Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Kerja Keras 24 Jam Lebih, Petugas KPPS Pacarkeling Meninggal Dunia

26 April 2019, 17: 24: 59 WIB | editor : Wijayanto

GUGUR DALAM TUGAS: Warga dan petugas Linmas memakamkan jenazah Tommy Heru Siswantoro, anggota KPPS 19, Kelurahan Pacarkeling, di TPU Karanggayam, Sura

GUGUR DALAM TUGAS: Warga dan petugas Linmas memakamkan jenazah Tommy Heru Siswantoro, anggota KPPS 19, Kelurahan Pacarkeling, di TPU Karanggayam, Surabaya, Kamis (25/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Hingga Kamis malam (25/4), tercatat tiga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia karena kelelahan usai bertugas pada Pemilu 17 April lalu di Surabaya. Anggota KPPS Badrul Munir dari TPS 19 Kelurahan Kedungbaruk dan Sunaryo dari TPS 13 Kelurahan Kapas Madya meninggal akibat kelelahan yang luar biasa.

Satu lagi anggota KPPS di Surabaya meninggal dunia, yakni, Tommy Heru Siswantoro, anggota KPPS 19, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari. Tommy sempat diopname ke RKZ Surabaya karena mengeluh sesak napas pada pukul 18.00.

 Namun, saat dalam perwatan tim medis, Tommy menghembuskan napas terakhir. Pukul 09.40, kemarin, jenazah Tommy tiba di rumah duka disambut isak tangis keluarga di Jalan Karanggayam Teratai Nomor 24, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari.

Ketua KPPS 19 Gunawan Sedjiono mengatakan, Tommy diduga kelelahan setelah melakukan penghitungan suara dan membuat surat berita acara. Proses coblosan hingga penghitungan suara membutuhkan waktu  24 jam lebih.

“Semua anggota KPPS saat akan pencoblosan, bahkan saat pencoblosan, dalam kondisi sehat. Setelah itu, para petugas KPPS mulai tampak kelelahan pada malam harinya,” kata Gunawan, Kamis (25/4).

Sebelum meninggal, korban bertugas di TPS 019 Pacarkeling. Setelah mengurus absensi, korban melanjutkan tugas membuat berita acara. Tugas ini dilaksanakan hingga subuh hingga kelelahan.

Menurut Gunawan, padatnya pekerjaan sebagai petugas KPPS membuat waktu istirahat untuk seluruh anggotanya sangat sedikit. “Waktu istirahat hanya pada saat jam makan. Kira-kira setiap orang hanya istirahat sekitar 15 menit. Itu pun bergantian,” terangnya.

Nah, saat pekerjaan di TPS menjelang berakhir pada Kamis (18/4) korban sempat mengeluhkan kurang enak badan. Korban pun diminta pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Ternyata, korban mengeluh sakit. Oleh keluarga, Tomi dibawa ke rumah sakit. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari, Tommy meninggal dunia pada pukul 05.00 di RKZ karena pembengkakan jantung.

Camat Tambaksari Ridwan Mubarun mengatakan, sebelumnya sudah ada tiga orang yang meninggal dunia usai bertugas di TPS. “Yakni dua KPPS dan satu anggota Linmas yang berjaga di TPS,” katanya. (gin/rek)

(sb/mus/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia