Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Januari hingga April, PMK Sidoarjo Tangani 40 Kasus Kebakaran

26 April 2019, 16: 58: 11 WIB | editor : Wijayanto

SIGAP: Salah satu kejadian kebakaran di sebuah pabrik di Sidoarjo.

SIGAP: Salah satu kejadian kebakaran di sebuah pabrik di Sidoarjo. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Hingga April 2019 ini, Pemadam Kebakaran (PMK) telah menangani 40 kasus kebakaran. 35 kejadian dipicu oleh konsleting listrik, sisanya karena kelalaian warga saat membakar sampah dan kesengajaan anak-anak bermain api. “Tidak ada korban jiwa, mengalami luka bakar dan kerugian materi,” ungkap Kepala Bidang PMK Heksa Widagdo.

Upaya meminimalisir kejadian kebakaran berangkat dari kesadaran masyarakat sendiri. Seperti memperhatikan instalasi listrik secara berkala. Apabila kabel, sambungan atau stop kontak rapuh segera diganti dengan yang baru.

Hindari penggunaan peralatan listrik melebihi beban kapasitas meter listrik, pemasangan instalasi listrik dengan terlalu banyak sambungan, pada saat lampu padam jangan letakkan lilin dekat barang yang mudah terbakar. Memeriksa kondisi dapur. Memisahkan penempatan bahan tidak mudah terbakar dengan bahan yang dapat menimbulkan reaksi kebakaran. Terakhir, jauhkan api dari jangkauan anak-anak.

Di tahun 2018, ada 400 kasus kebakaran di Sidoarjo. Penyebabnya tidak jauh dari itu. ditambah dengan kemarau panjang yang terjadi tahun lalu. Lahan tebu dan alang-alang yang dibakar, tidak dikontrol sehingga api pembakaran melebar sampai jauh.

Saat ini, PMK Sidoarjo hanya memiliki lima pos yang tersebar di Waru, Candi, Buduran, Krian dan Porong. “Belum ideal sehingga perlu adanya penambahan,” imbuhnya.

Pemaksimalan layanan juga didukung dengan tambahan armada yang setiap tahun diusahan ada dua mobil damkar baru. “Tahun ini beli dua. Satu untuk di pos Buduran dan satu di pos Krian,” tegasnya. (rpp/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia