Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Delta Runners, Pegiat Night Run di Sidoarjo

Meriahkan Hari Kartini, Lari Malam Pakai Busana Adat dan Kebaya

26 April 2019, 16: 39: 10 WIB | editor : Wijayanto

Meriahkan Hari Kartini, Lari Malam Pakai Busana Adat dan Kebaya

Delta Runners adalah salah satu komunitas penggiat night run di Sidoarjo. Mereka ingin menumbuhkan budaya berlari kepada masyarakat khsusnya Kota Delta. Tak heran jika momentum peringatan Hari Kartini kemarin pun dipergunakan untuk menyemarakkan kegiatan night run. Para anggota Delta Runners menggelar night run dengan mengenakan baju adat dan kebaya, Selasa (23/4).

HENDRIK MUCHLISON-Wartawan Radar Sidoarjo

Risa Hardanto, ketua komunitas tersebut mengungkapkan, Delta Runners merupakan cabang dari komunitas Indorunners yang sudah berskala nasional. Untuk di Sidoarjo sendiri, komunitas tersebut sudah memiliki anggota sekitar 180 orang. “Kami berdiri pada 17 Oktober 2014 lalu,” terangnya.

Pada 2014 lalu, Risa hanya memulai kegiatan Delta Runners bersama dengan empat orang. Dia juga tak menyangka jika sekarang hampir 200 orang bergabung dalam komunitas tersebut. “Dulu belum banyak orang lari di Sidoarjo,” katanya.

Salah satu alasan Delta Runners berdiri adalah motivasi mengenalkan budaya lari kepada masyarakat. Oleh karena itu meski hanya dengan empat orang, Risa tetap gigih mensosialisasikan kegiatan runners di Sidoarjo. Alhasil satu demi satu warga yang terdiri berbagai macam kalangan masyarakat ikut bergabung.

Delta Runners memiliki anggota yang cukup beragam. Mulai dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja yang sudah berusia lanjut. Delta Runners sendiri memiliki kegiatan rutin yang digelar setiap hari Selasa dan Kamis.

Sementara untuk kegiatan night run dengan mengenakan baju adat dan kebaya pada Selasa (23/4) kemarin adalah kegiatan yang bersifat momentuman. “Sengaja untuk menyemarakkan Hari Kartini, sekaligus mensosialisasikan night run,” terang Risa.

Reni Irawati, salah satu anggota Delta Runners yang saat itu mengenakan busana kebaya mengungkapkan. Memang secara gerak kurang fleksibel dibandingkan saat mengenakan kostum. Namun dirinya mengaku tidak keberatan saat harus berlari dengan mengenakan busana kebaya itu. “Ada jenis kain yang tidak panas saat dipakai jadi gak masalah, ini kan juga untuk sosialisasi ke masyarakat,” terang accounting salah satu perusahaan perkapalan itu.

Kemudian, kegiatan night run lebih dipilih Delta Runners karena telah disesuaikan dengan ragam anggota komunitas itu sendiri. Kebanyakan anggota memiliki jam sibuk pada pagi dan siang hari. Oleh karena itu, jika malam hari akan lebih fleksibel dan tidak terhalang pekerjaan maupun aktivitas belajar. “Yang penting tidak terlalu larut malam,” sebut Risa.

Risa juga berharap kegiatan night run dapat banyak diikuti masyarakat Sidoarjo. Dia bersama komunitasnya juga terbuka bagi warga Sidoarjo yang ingin bergabung. (*/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia