Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Buron Korupsi P2SEM Dibekuk di Bangkalan

26 April 2019, 07: 12: 17 WIB | editor : Wijayanto

DITANGKAP: Kasi Pidsus Andri Dwi Subianto Kejari Gresik saat memeriksa terpidana korupsi P2SEM Mashuriyanto yang ditangkap di Bangkalan.

DITANGKAP: Kasi Pidsus Kejari Gresik Andri Dwi Subianto saat memeriksa terpidana korupsi P2SEM Mashuriyanto (kanan berpeci) yang ditangkap di Bangkalan. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik berhasil membekuk buron terpidana korupsi P2SEM, Mashuriyanto, 39, di Bangkalan, Kamis (25/4) dini hari. Warga asal Desa madelan RT 19 RW 05, Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep ini ditangkap setelah 5 tahun menjadi buronan kejaksaan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo didampingi Andri Dwi Subianto Kasi Pidsus Kejari Gresik, menjelaskan, Mashuriyanto ditangkap di sebuah SPBU di Bangkalan.

Bayu menceritakan, tim Kejari Gresik mendapat informasi jika mantan staf khusus anggota DPR, Ahmad Rubaie ini berada di Bangkalan. Kemudian, 6 orang dari kejaksaan berangkat ke Bangkalan.

Tim Intelijen yang dipimpin oleh Bayu Probo Sutopo, mendeteksi sejak mengetahui kalah di kasasi, berusaha menghilangkan jejak.  "Kami berangkat ke Bangkalan bersama tim tim Intel Kodim Gresik. Di lokasi dekat SPBU, terpidana kami tangkap tanpa perlawanan. Saat itu terpidana bersama istrinya," ucapnya.

Selanjutnya, terpidana dibawa ke Kejari Gresik untuk menjalani pemeriksaan. Usai diperiksa, terpidana dikirim ke Rutan Banjarsari Kelas II B di Desa Banjarsari, Kecamtan Cerme, untuk menjalani hukuman 4 tahun penjara.

Terdakwa ditangkap karena dinyatakan terbukti bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) GResik melanggar Pasal 2 ayat (1), UU 31/1999, juncto UU 20/2001, Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Berdasarkan putusan Kasasi MA Nomor 18.16 /K.Pid.Sus/2012 tanggal 14 Mei 2014, hukuman terpidana ditetapkan menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 200 Juta Subsider 2 bulan penjara," kata Andri Subianto.

Dikatakan, sejak diputus oleh MA, terpidana tidak mengindahkan surat panggilan eksekusi. Bahkan selama 5 tahun, terpidana berpindah tempat. Itu dimulai dari Bangkalan, Sampang dan Surabaya. Terpidana pernah tinggal di Jalan Raya Menganti Gogor Nomor 18 Wiyung, Surabaya. Kemudian pindah ke Jalan Embong Miring sebelah timur Kantor UPT Dinas Pendidikan, Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan.

Sebagai catatan, terpidana Mashuriyanto bersama beberapa orang lainnya, melakukan kegiatan pendampingan masyarakat di wilayah Randuagung, Kebomas, dan Osowilangon, Manyar, Kabupaten Gresik. Namun dana pendampingan P2SEM diselewengkan oleh Mashuriyanto.

Pada tahun 2008, Mashuriyanto diadili di PN Gresik dan divonis satu tahun penjara. Tapi tersangka banding ke Pengadilan Tinggi Jatim, kemudian divonis bebas. Jaksa penuntut umum kemudian mengajukan kasasi. Pada 14 juni 2014, Mahkamah Agung kemudian memvonis tersangka lebih berat dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia