Senin, 27 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

RSUD Dr. Iskak Tulungagung Raih The Inspiring and Innovative Hospital

25 April 2019, 17: 50: 31 WIB | editor : Wijayanto

PRESTASI: Dirut RSUD Dr. Iskak, Tulungagung, dr. Supriyanto (kanan) menerima penghargaan dari PERSI yang diserahkan oleh Ketua PERSI Pusat dr.Kuntjoro

PRESTASI: Dirut RSUD Dr. Iskak, Tulungagung, dr. Supriyanto (kanan) menerima penghargaan dari PERSI yang diserahkan oleh Ketua PERSI Pusat dr.Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes (tengah), didampingi Ketua PERSI Jatim, dr.Dodo Anondo, MPH. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Rumah sakit (RS) didirikan untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Prinsip itu yang selalu dipegang teguh RS Umum Daerah (RSUD) Dr. Iskak, Tulungagung. Itulah mengapa RS milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur ini terus melakukan inovasi dengan mengembangkan layanan berbasis digital. Tak sia-sia, selain mempermudah pelayanan, efek dari inovasi ini membuat RS terbesar di Tulungagung tersebut mendapatkan penghargaan dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

RSUD Dr. Iskak Tulungagung mendapatkan penghargaan sebagai The Inspiring and Innovative Hospital 2018. Penghargaan ini diberikan karena RSUD tersebut telah sukses melakukan inovasi-inovasi berbasis digital dalam pelayanan, sehingga mampu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto menjelaskan, selama ini RSUD Dr. Iskak memang melakukan berbagai inovasi demi kemudahan pelayanan. Di antaranya melalui pelayanan online berbasis aplikasi yang dinamakan Poetri (Pendaftaran Online Tanpa Antre). Dengan aplikasi ini pasien tidak perlu mengantre panjang saat di RS, melainkan bisa daftar lebih dahulu  dari rumah dengan menggunakan Android ataupun tlp dengan sms. 

“Tahun ini kan memang era revolusi industri 4.0. Maka dari itu pelayanan aplikasi ini menjadi bentuk efisiensi dari rumah sakit,” jelas dr. Supriyanto, usai menerima penghargaan dalam acara Surabaya Hospital Expo XV di Grand City Convex Surabaya, Rabu ( 24/4).

Yang menjadi menarik, tema seminar yang diangkat di Surabaya Hospital Expo XV adalah kiat-kiat menuju digital health dan lean hospital di era Universal Health Coverage(UHC). Bagaimana PERSI mendorong berbagai RS untuk bergeser menuju pelayanan digital di era modernisasi kali ini. Sementara itu, pelayanan berbasis digital ini sudah lebih dahulu dikembangkan oleh RSUD Dr. Iskak sejak tiga tahun terakhir.

“ Yang merasakan (efisien atau tidak, Red) adalah masyarakat. Namun, pengguna bergeser ke digital ini sudah bergeser 40 persen ke pendaftaran digital, karena memang pemanfaatan aplikasi juga tergantung user ya.  Tergantung masyarakat yang melek teknologi atau tidak, ” sambungnya.

Selain lebih unggul dalam mengembangkan pendaftaran berbasis digital, RSUD Dr. Iskak juga mengembangkan aplikasi emergency button. Dengan emergency button, pasien bisa mendapatkan pelayanan cepat tanggap kedaruratan , salah satu bentuk pelayanan cepat tanggap ini adalah pelayanan terhadap penyakit jantung koroner melalui aplikasi Laskar (Layanan Sindroma Koroner Akut).

Melalui aplikasi ini, siapa pun pasien yang mendapatkan serangan jantung mendadak, bisa menghubungi call center psc no 0355 320119 ataupun memencet emergency button yg bisa diunduh di play store

Dengan pelayanan prima itu, di 2018, RSUD Dr. Iskak berhasil menyabet penghargaan dari Kementerian PANRB, yaitu penghargaan top 40 Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2018.

Tak hanya itu, pelayanan UGD di RSUD Dr. Iskak juga mendapatkan pengakuan internasional terhadap inovasi instalasi gawat darurat RS moderen. Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada dirut RSUD Dr. Iskak dalam United Nation Public Service Forum. Penghargaan ini diberikan karena RSUD Dr. Iskak berhasil mengubah paradigma penanganan kegawatdaruratan yang biasanya hanya dilakukan di RS.

RSUD Dr. Iskak mengubah itu dengan jemput bola, melayani penanganan kegawatdaruratan dengan menjangkau masyarakat. “Paradigma menangani orang sakit itu harus kita mulai dari depan, tidak pasif di rumah sakit. Bukan hanya penanganan pertama, tapi di tempat kejadian sampai perjalanan hingga sampai rumah sakit tetap kontinyu. Kalau cukup dilayani di rumah ya tidak perlu dibawa ke rumah sakit,” urai dr. Supriyanto.

Sebenarnya masih banyak inovasi-inovasi yang dilakukan RSUD Dr. Iskak, seperti digitalisasi dalam transaksi obat-obatan untuk menghindari   penyalahgunaan wewenang. Dari segudang prestasi yang dicapai selama 2018, RSUD Dr. Iskak pantas mendapatkan apresiasi dari PERSI.

Hal ini juga diakui oleh Ketua PERSI Jatim  dr. Dodo Anondo.  Ia menyampaikan, semua RS di Jawa Timur sudah selayaknya melakukan digitalisasi dan leanity. Leanity yang dimaksud adalah efisiensi dalam aspek bisnis, program dan pasien  safety. Jika sebuah RS mampu melayani pasien dengan baik, maka hal ini termasuk efisiensi.

“RSUD Dr. Iskak tentu saja layak mendapatkan penghargaan dari PERSI,  mengingat pencapaian dan gerakannya menuju digitalisasi dan leanity sudah berjalan. Dibuktikan dengan perolehan banyak penghargaan di tahun 2018 lalu,” pungkasnya. (is/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia