Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

6 TPS Hitung Ulang, Bawaslu Temukan Perusakan Surat Suara

24 April 2019, 14: 30: 47 WIB | editor : Wijayanto

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid (DOK/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Hingga Selasa (23/4), total ada enam TPS yang melakukan hitung ulang. Penghitungan ulang tersebut dilakukan karena terbukti ada pelanggaran yang dilakukan. Sebagian besar pelanggarannya berupa perusakan surat suara.

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid mengatakan, kemarin (23/4) pihaknya kembali menemukan jumlah C1 yang tidak sinkron. Lokasinya di dua TPS di Krian. TPS 22 desa Barengkrajan dan TPS 3 Desa Kraton. Penemuan tersebut membuat daftar penghitungan ulang di TPS bertambah menjadi dua desa. (elengkapnya lihat grafis)

Haidar mengatakan, di kecamatan Krian itu ditemukan tiga surat suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten yang harus dihitung ulang. Hasil temuan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bahwa ada ketidaksesuaian antara jumlah daftar hadir dengan hasil perolehan suara. Ini bukanlah yang pertama kali terjadi.

Sebelumnya hitung ulang terjadi di Desa Trompoasri di Kecamatan Jabon, Desa Wedoroklurak, Desa Sidodadi Kecamatan Candi. Bawaslu menilai kebijakan itu sebagai solusi karena ada ketidaksesuaian antara jumlah suara di C1. Kesalahan penulisan tersebut dilakukan oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Kertas suara yang tercoblos dua, pada nama partai dan nama caleg dihitung dua. Seharusnya hanya dihitung satu, yakni suara tersebut menjadi hak caleg. “Makanya dihitung ulang, satu-satunya cara ya seperti itu,” ujarnya.

Berbeda dengan kasus di Kecamatan Candi. Antara hasil C1 hologram dan C1 yang dipegang saksi dan pengawas berbeda. Ketika dibuka C1 Plano banyak coretannya. Bawaslu memerintahkan menghadirkan petugas KPPS. “Petugas tidak bisa menjelaskan kenapa dan yang benar yang mana,” imbuhnya.

Selain itu, Minggu kemarin (22/4) Bawaslu kembali menemukan indikasi pelanggaran. Kali ini di TPS 9 Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono. Petugas mendapatkan rekaman video perusakan surat suara yang dilakukan saksi salah satu parpol. Di dalam rekaman tersebut, tampak seorang yang tengah duduk menghadap kertas suara. Satu per satu kertas suara dilubangi dengan menggunakan kuku.

Sementara itu, di konfirmasi ke komisioner KPU Sidoarjo Divisi Teknis, Miftakhul Rohma mengungkapkan hasil formulir C1 berhologram dari 5.592 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sidoarjo sudah berhasil ter-entry ke Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng). “Masih antre diupload ke server KPU RI,” tutupnya. (rpp/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia