Selasa, 21 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pengembang Apartemen di Gresik Incar Ekspatriat

24 April 2019, 12: 50: 16 WIB | editor : Wijayanto

TUNTAS: Pekerja proyek Icon Apartemen menyelesaikan pengecoran bagian atap.

TUNTAS: Pekerja proyek Icon Apartemen menyelesaikan pengecoran bagian atap. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sejumlah pengembang apartemen di Kabupaten Gresik merasakan lesunya pasar properti. Untuk bertahan, mereka memperbesar cakupan pasar dengan membidik kalangan ekspatriat atau pekerja asing.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Gresik, Iqbal Randy mengatakan, dibidiknya ekspatriat bukan tanpa alasan. Sebab, ekspatriat itu memiliki dana akomodasi yang cukup besar dari perusahaan mereka.

"Data kami menyebutkan, 2018 lalu permintaan hunian bagi ekspatriat di semester II di Jatim cukup baik. Kami berharap hal ini bisa menjadi peluang bagi pengusaha properti di Gresik,” katanya.

Meskipun demikian, kata Iqbal, pada triwulan I/2019 ini permintaan perumahan ekspatriat lebih lambat. Penyebabnya, banyak kontrak jangka panjang pekerja luar negeri yang telah habis masanya. Ini, berbarengan dengan berkurangnya jumlah ekspatriat yang bekerja di sektor yang umumnya diisi oleh pekerja asing itu.

“Meskipun bukan pasar utama namun keberadaan ekspatriat selalu menjadi daya tarik bagi pengembang. Apalagi jika ekspatriat sampai membeli produk yang ditawarkan tentu ini menjadi nilai promosi tersendiri,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP) Ryan Sudrajat memprediksi, permintaan pasar properti khususnya high risk building tahun ini akan tetap sehat. Selain diisi warga lokal, hunian vertikal umumnya diminati pekerja asing.

“Untuk itu pengelola apartemen rata-rata menyiapkan sarana akomodatif seperti laundry hinga penggunaan fasilitas tanpa biaya tambahan,” ujarnya.

Hingga triwulan I/2019 jumlah penjualan tower B Icon apartemen mencapai 75 persen. Meskipun ada sekitar 200 lebih hunian yang belum terjual RBNP berkomitmen untuk melakukan topping off pada kuartal I/2019.

“Dari jumlah unit apartemen yang terjual saat ini kalangan ekspatriat memberikan kontribusi sekitar 3 sampai 5 persen. Rata-rata unit tersebut dibeli oleh perusahaan tempat dimana mereka bekerja,” tandasnya.(fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia