Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Gandeng BNPT Stop Radikalisme di Kalangan Milenial

24 April 2019, 01: 21: 44 WIB | editor : Wijayanto

SINERGI: Wagub Emil Elestianto Dardak memberikan sambutan pada acara Rakor Bersama BNPT di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (23/4).

SINERGI: Wagub Emil Elestianto Dardak memberikan sambutan pada acara Rakor Bersama BNPT di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Selasa (23/4). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Provinsi  Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengintegrasikan dan mengidentifikasi kerawanan sosial. Kerawanan-kerawanan sosial tersebut, diduga menjadi salah satu pemicu masuknya paham radikalisme hingga terorisme.

Ini disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Silaturahmi Tim Pelaksana Sinergitas Kementerian/Lembaga dengan Pemprov Jatim dalam rangka Koordinasi dan Pelibatan secara Terpadu Pelaksanaan Penanggulangan Terorisme di wilayah Jatim tahun 2019 di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya, Selasa (23/4).

Kepala BNPT Komjen Pol Drs Suhardi Alius mengapresiasi langkah Pemprov Jatim dalam mengidentifikasi permasalahan teroris. Salah satunya disebabkan faktor kemiskinan, ideologi dan akses pekerjaan bagi generasi muda. 

Pendekatan untuk mengintegrasikan kerawanan sosial tidak hanya di hilir, melainkan harus mampu di jangkau pada sisi hulunya. Termasuk aspek kemiskinan, ideologi maupun penciptaan lapangan pekerjaan. 

Sebab, apa yang ditangani di hulu bukan hanya soal terorisme. Tetapi bagaimana cara membangun masyarakat dengan cara memanusiakannya. 

"Kami akan mengoptimalkan energi yang ada di kalangan anak muda, bahkan di kalangan terpelajar untuk diberikan ruang secara produktif," ujarnya.

Alasannya, lanjut dia, jika kalangan muda tidak dibekali ruang produktif, mereka bisa terprovokasi oleh faham radikal. Apalagi pengetahuan faham itu dapat diperoleh dengan mudah di dunia maya. 

Upaya mengoptimalkan energi pada generasi milenial adalah lewat kewirausahaan. Ini dilakukan melalui akses kerjasama dengan start up yang ada di seluruh Indonesia, khususnya di Jatim. 

"Artinya, pekerjaan tidak lagi dicari di kantor, tetapi pekerjaan ini dicari dalam konsep freelance dengan pendapatan yang lebih besar," urainya.

Kepala BNPT Suhardi Alius sependapat bahwa, generasi muda yang tidak didampingi pemerintah dalam hal ideologi, sangat rentan disusupi faham radikalisme. 

Untuk itu menurutnya BNPT  bersama kementerian atau lembaga  terkait akan melakukan pendekatan mulai dari hulu hingga hilir. Khusus di Jatim, ada lima daerah yang jadi perhatian, yaitu : Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Malang, dan Lamongan. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia