Kamis, 23 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

PKS Minta Tak Ada Kegaduhan Sikapi Dugaan Penggelembungan Suara

24 April 2019, 00: 41: 31 WIB | editor : Wijayanto

Politisi PKS Ahmad Suyanto

Politisi PKS Ahmad Suyanto (DOK/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya bersikap normatif dalam menyikapi adanya dugaan penggelembungan suara di sejumlah TPS pada pemilu legislatif (pileg) 2019 di Surabaya. Mereka meminta hal tersebut disikapi dengan bijak tanpa ada kegaduhan.

Menurut Ketua DPD PKS Surabaya Ahmad Suyanto, kebanyakan petugas TPS bekerja hingga larut malam. Bahkan ada yang melakukan penghitungan hingga Subuh.

“Jadi harap maklum karena di lapangan prosesnya juga membutuhkan tenaga ekstra. Itu manusiawi, mungkin banyak petugas TPS yang capek,” kata Suyanto saat dikonfirmasi, Selasa (23/4).

Dia beranggapan, adanya selisih suara di sejumlah TPS kemudian dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya bukanlah kesalahan fatal. Namun, sebuah kewajaran.

"Kami juga menghargai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sudah melaksanakan tugasnya hingga pagi. Apalagi pemilu kali cukup berat ada lima kertas suara yang harus direkap dengan tempo waktu yang terbatas," katanya.

Pihaknya mendukung KPU Surabaya yang sudah melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu untuk menggelar penghitungan suara sejumlah TPS di 60 kelurahan dari 26 kecamatan.

Sementara itu, Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu Surabaya untuk menggelar penghitungan suara di sejumlah TPS di 60 kelurahan dari 26 kecamatan. (gin/vga)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia