Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Coblos Ulang di 2 TPS, KPU Khawatir Warga Malas Datang

24 April 2019, 05: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIKEBUT: Petugas PPK Tambaksari melakukan rekapitulasi suara di kantor PKK Surabaya. Rekapitulasi dilakukan untuk mengumpulkan data dari masing-masing

KEJAR TARGET: Petugas melakukan rekapitulasi suara di kantor Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Selasa (23/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemungutan Suara Ulang (PSU) bakal digelar di dua tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Surabaya, yakni TPS 28 Rungkut Menanggal dan TPS 11 Lidah Kulon. Pencoblosan ulang ini dipastikan berlangsung pada Sabtu (27/4) mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Nur Syamsi mengatakan, pihaknya sudah siap mengadakan PSU di kedua TPS bermasalah tersebut. Mulai dari logistik surat suara, bilik suara, paku, dan sebagainya.

"Persiapan sudah kami lakukan. Kami juga sudah menyiapkan C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, Red)," katanya, Selasa (23/4).

Pencoblosan ulang itu atas rekomendasi Bawaslu Surabaya yang menemukan sejumlah pelanggaran saat pemungutan suara pada 17 April lalu. Di TPS 28 Rungkut Menanggal, ada enam pemilih yang mencoblos pakai e-KTP. Padahal, mereka tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT). Mereka juga tidak menggunakan formulir A5.

"Sementara di TPS 11 Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, pemilih dengan formulir A5 mendapatkan lima surat suara," ujarnya.

Menurut Nur Syamsi, pencoblosan ulang di dua TPS tersebut tidak untuk seluruh jenis pemilihan. Di TPS 28 Rungkut Menanggal, PSU dilakukan untuk semua pemilihan, kecuali pemilihan DPRD Surabaya. Sedangkan di TPS 11 Lidah Kulon, PSU dilakukan untuk DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Surabaya.

Bagaimana dengan tingkat partisipasi di dua TPS tersebut saat pencoblosan ulang? Nur Syamsi mengaku tidak bisa memastikan. Hanya saja, dia berharap warga yang punya hak pilih ramai-ramai datang ke TPS seperti saat pemilu 17 April lalu.

"Soal partisipasi, itu hak masyarakat. Tapi kami berupaya untuk menyosialisasikan kepada pemilih di dua TPS itu," katanya.

Di bagian lain, Nur menegaskan, saat ini sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Surabaya hampir menyelesaikan rekapitulasi suara hasil pileg dan pilpres.

"Di PPK Bulak hari ini (Selasa, 24/4) selesai, PPK Bubutan sehari lagi selesai, PPK Wiyung sehari lagi selesai, PPK Gayungan dan PPK Jambangan juga selesai," katanya.

Sedangkan kecamatan-kecamatan lain, menurut dia, masih membutuhkan waktu panjang untuk proses rekapitulasi mengingat banyaknya jumlah TPS. Meski demikian, KPU menargetkan seluruh rekapitulasi di tingkat PPK selesai paling lambat 30 April 2019.

Hal itu merujuk pada jadwal rekapitulasi tingkat kecamatan mulai 18 April sampai 5 Mei dan rekapitusi tingkat kota pada 19 April sampai 7 Mei.

"Kami menunggu rekapitulasi di semua kecamatan selesai. Kalau sesuai jadwal, tanggal 30 April tingkat PPK selesai semua, maka tanggai 1 Mei rekapitulasi di tingkat kota bisa dimulai," ujarnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia