Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Uang Tak Punya, Main Tangan, Posesif Pula

24 April 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Punya pasangan posesif, tentu saja membuat risih. Apalagi posesifnya kebangetan. Ya seperti Donwori, 29, ini. Yang posesifnya luar biasa, tapi uang  tak ada.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Hubungan pernikahan antara Karin, 26, dan Donwori boleh dikatakan masih seumur jagung. Masih empat tahunan saja Karin resmi menjadi pasangan sah Donwori. Namun, rentang waktu itu sudah cukup membuat Karin kapok.

Sikap Donwori yang terlalu posesif lah yang menjadi penyebabnya. “Posesif lek sugeh, gak opo-opo, Mbak. Lek gak punya apa-apa, yo ngaplo,” kata Karin apatis di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Surabaya, Selasa (23/4).

Karin  pun bercerita, sesudah menikah, bisa dihitung jari berapa kali ia keluar tanpa suaminya. Ke mana pun Karin pergi, Donwori selalu ikut. Karena kalau tidak, Donwori akan cemburu membabi buta dan akhirnya malah menuduh Karin aneh-aneh.

Jangankan mau nongkrong dengan teman-temannya, untuk belanja saja, Karin harus menunggu Donwori pulang kerja terlebih dahulu. Kalau Karin membangkang, urusan bisa panjang. Donwori bisa mengamuk berhari-hari dan memperseret jatah belanja.

Sempat, Karin mengingat-ingat, suatu ketika, ia izin keluar untuk belanja. Ia bilang kepada Donwori hanya pergi selama 15 menit. Tapi, Donwori yang curigaan sempat-sempatnya menanyakan lama perginya Karin, kepada saudara yang tinggal mepet dengan rumahnya.

Sayangnya, si tetangga ini asal ngomong. Karin keluar hanya seperempat jam dikata keluar 30 menit. Walhasil, Karin kena tuduhan aneh-aneh. Ia langsung dituduh selingkuh. Dikorupsi ke mana waktu 15 menitnya lagi. “Seneng ya sudah ketemuan dengan selingkuhan,” kata perempuan yang tinggal di Rungkut Menanggal ini menirukan omelan Donwori kala itu.

Tak cukup dengan menuduh, Donwori juga sampai menyelidik. Ia periksa semua bagian tubuh Karin, mencari bukti kalau istrinya memang ada main dengan lelaki lain. Padahal sebenarnya, Karin hanya belanja yang terus kecantol ngobrol dengan teman perempuannya yang kebetulan papasan.

Masalahnya, posesifnya Donwori ini terkadang juga sampai main tangan. Ia tak akan sungkan memukul, jika Karin menolak menjawab pertanyaannya. Padahal, diamnya Karin ini juga bentuk protes terhadap Donwori yang berlebihan.

Yang membuat Karin tak terima sebenarnya adalah masalah ekonominya. Baginya, Donwori  tak pantas posesif. Apalagi yang berlebihan. Pikirnya , tidak punya uang saja mau posesif.

“Gak papa kalau mau ngunci aku di rumah, tapi fasilitas lengkap. Lha ini cuma modal televisi aja, istri gak boleh cari hiburan. Ya bosen lah,” lanjut perempuan bertampang manis ini.

Menjadi istri seorang sales, memang terlalu melelahkan bagi Karin. Segalanya harus mencukupkan. Ditambah sikap Donwori yang luar biasa menjengkelkan, ia pun memilih mundur teratur.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia