Rabu, 22 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kerja Bareng Suami, Diperas Luar Dalam, Tak Pernah Dapat Nafkah

24 April 2019, 00: 00: 17 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Kebencian Karin, 46, pada suaminya, Donwori, sudah di ubun-ubun. Ia muak dieksploitasi lahir dan batin, namun tak pernah mendapatkan jatah sekali pun. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Mengutip curhat tipis-tipis Karin, yang saru tapi miris, "Awan dikongkon ngewangi, bengi ditumpaki. Tapi, njaluk opo-opo ora tau dikeki." Kebencian ini ia ungkapkan blak-blakan. Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya,  Selasa (16/4), ia curhat tanpa diminta.

Karin memulai curhatannya itu dengan pertanyaan, "Kerja apa?" Lalu, ia pun mulai memberi nasehat. "Lebih baik bekerja sendiri, punya power,  hasil juga dinikmati sendiri. Gak usah kerja bareng sama suami," pesannya. 

Nasihat itu ia refleksikan dari pengalaman pribadinya. Telah puluhan tahun Karin bekerja membangun bisnis bersama suami. Tapi sayang, ia tak merasakan kekayaannya karena semua uang yang masuk, Donwori yang pegang. 

Karin sendiri mengakui semua ini hanyalah keapesannya saja. Karena yang ia tahu, rekan-rekan usahanya juga bekerja dengan suami, tapi kehidupan mereka glamor karena yang pegang keuangan si perempuan. Ditambah suami yang pengertian, tak seperti Donwori. 

Sebenarnya,  kemarahan Karin ini sudah cukup lama. Namun ia tak berani protes. Ia memilih menumpuk dan menumpuk kekesalannya. Hingga suatu saat, kekesalan itu memuncak dan ia wujudkan dengan mogok melayani Donwori di atas ranjang.  

Sekali dua kali Karin menolak, Donwori diam. Namun di tahun ketiga, ia mulai kelabakan juga. Donwori pun merayu-rayu istrinya agar mau melayani.

Merasa pancingannya berhasil, Karin selalu memanfaatkan momen itu untuk meminta uang tips selain jatah belanja dengan jumlah yang lebih layak. "Aku ngomong, tiwas gawe nyewo PSK, lak mending duwite gawe aku kene. Tak turuti kon njaluk model opo ae," lanjutnya.

Usaha mengelabuhi Donwori ini berhasil. Bahkan terulang bertahun-tahun. Namun semakin ke sini, Donwori mulai berulah lagi. Jika uang tips seharusnya diberikan sebelum berhubungan, beberapa kali Donwori mengusulkan untuk memberikan setelahnya.

Dan bisa ditebak, hasilnya nggedabrus saja. Uang yang dijanjikan tak kunjung Donwori berikan. Alasannya pun ada saja, mulai dipakai untuk sekolah atau ditumpuk menunggu awal bulan. Yang sebenarnya awal dan akhir pun tak ada efeknya karena Donwori wirausaha. 

Kesal dieksploitasi dan dibohongi terus menerus, akhirnya cinta Karin hilang perlahan. Ia membantu Donwori sekenanya, melayani juga hanya demi menggugurkan kewajiban. Dan setelah berpikir dan berpikir, akhirnya Karin  memilih menggugat cerai. Katanya, ia kasihan dengan tubuhnya sendiri. Capai terus, gak ada uangnya. Juga tak ada senangnya.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia