Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Komunitas Driver Ojek Online Srikandi

Kisah Para Kartini yang Ikut Mengais Rejeki di Jalan Raya

23 April 2019, 23: 09: 27 WIB | editor : Wijayanto

Kisah Para Kartini yang Ikut Mengais Rejeki di Jalan Raya

Tidak sedikit para kaum perempuan ikut mengais rejeki di jalan raya sebagai driver ojek online (ojol). Komunitas Srikandi salah satunya. Komunitas ini beranggotakan para driver ojol dari kaum perempuan se-Jawa Timur.

HENDRIK MUCHLISON-Wartawan Radar Sidoarjo

Eka Mayasari, 45, ketua komunitas Srikandi mengungkapkan, komunitas yang dikelolanya memang termasuk baru di kalangan komunitas ojol lainnya. Pasalnya komunitas tersebut baru berusia tiga bulan berdiri. Anggotanya juga belum banyak, Eka menyebut ada 50 driver yang telah bergabung dalam komunitasnya. “ Anggotanya se-Jawa Timur, kita juga tidak memaksa para driver ikut gabung,” terang Eka.

Komunitas ini juga memiliki serangkaian kegiatan rutin dan insidentil selain sebagai para driver. Untuk kegiatan rutin adalah kopdar yang dilaksanakan setiap sebulan sekali. Kemudian kegiatan insidentil yang dilaksanakan mengikuti momentum tertentu. Seperti bakti sosial bencana, dan peringatan Hari Kartini.

Salah satu alasan Eka mendirikan komunitas tersebut adalah faktor kemudahan untuk saling terbuka jika sesama perempuan. Alhasil, komunitas ojol ini memiliki anggota perempuan yang cukup bervariasi secara usia. Mulai dari usia emak-emak hingga driver cewek yang masih duduk di bangku mahasiwa juga tidak malu bergabung di komunitas ini. “Enak curhat kalau sesama cewek,” imbuhnya.

Meski demikian, persoalan yang dihadapi driver ojol perempuan juga tidak jauh berbeda dengan driver laki-laki. Di antaranya masalah akun yang diblokir, terlibat kecelakaan dan curhat pelanggan yang tiba-tiba membatalkan pesanan.

Eka juga menyebut, ada lagi keluhan yang dialami driver perempuan yang itu tidak dialami para driver laki-laki. Para driver perempuan kerap di cancel ordernya karena tau jika drivernya perempuan. “Mereka (pelanggan, Red) sungkan, pelanggan tidak mau driver cewek kalau jarak jauh,” sebutnya.

Sebagai driver dari kaum perempuan, Eka dan bersama anggota komunitasnya berharap ada perhatian lebih dari pihak managemen maupun pemerintah. Pasalnya mereka juga memiliki waktu yang lebih terbatas dibandingkan dengan driver laki-laki. Secara kekuatan fisik pastinya juga berbeda dengan dibandingkan dengan driver laki-laki. “Perempuan juga ada tanggungan mengurus keluarga dan anak,” sebutnya.

Namun demikian, sebagai driver ojol yang sudah memantapkan diri untuk mengais rejeki di jalan raya, Eka bersama driver perempuan lain tetap akan terus bekerja keras dan kompetitif sebagai rekan sepekerjaan. Meski memiliki jam kerja yang lebih sedikit dan fisik lebih lemah, demi mencari rejeki buat keluarga, pihaknya akan tetap sungguh-sungguh dalam bekerja. Selain itu pihaknya juga akan tetap memperhatikan keselamata di jalan raya. (*/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia