Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Mahasiswa Lintas Negara Kutuk Teror Bom Sri Lanka

23 April 2019, 17: 12: 26 WIB | editor : Wijayanto

PEDULI: Sejumlah mahasiswa lintas Negara yang mengambil studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya) membentangkan poster dan membubuhkan cap tangan sa

PEDULI: Sejumlah mahasiswa lintas Negara yang mengambil studi di Universitas Muhammadiyah Surabaya) membentangkan poster dan membubuhkan cap tangan saat aksi solidaritas untuk Sri Lanka. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Agama dan mahasiswa asing berbagai negara di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) mengutuk keras teror bom yang terjadi di Sri Lanka. Mereka menegaskan teror bom tersebut sangat tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun.

Mahasiswa Program Studi Agama, dan mahasiswa asing melakukan aksi solidaritas bom Sri Lanka. Aksi mengutuk keras tindakan biadab dan di luar batas kemanusiaan tersebut, dilakukan di halaman kampus UM Surabaya.

Mereka menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban teror bom di Gereja Sri Langka, serta mengutuk segala bentuk aksi terorisme atas nama apapun. "Teroris itu orang gila, tidak waras," kata Nomera, mahasiswa asal Madagaskar, saat mengikuti aksi solidaritas.

"Saya ini Kristen, dan agama apupun tidak membenarkan aksi teror. Terkutuklah mereka itu para teroris yang merampas hidup orang," lanjut Nomera.

Salah satu mahasiswa program studi agama UM Surabaya, Dendi Yusuf mengatakan, bahwa terorisme yang menggunakan cara-cara kekerasan tidak ada dalam ajaran agama apapun.

"Segala tindak kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian dan kekerasan bertentangan dengan nilai-nilai kememanusiaan. Bahkan tida ada satupun agama di dunia ini yang memberikan pembenaran terhadap terorisme," tegasnya.

Kepala BAKA UM Surabaya, Junaidi Fery Effendi, juga mengutuk kejahatan terorisme yang terjadi di Sri Lanka. Ia menghimbau agar pemerintah Sri Lanka segera melalukan tindakan tegas. 

"Kami sangat mendesak pemerintah Sri Lanka untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan dan isu terorisme dan radikalisme. Apapun motifnya, terorisme tidak bisa dibenarkan karena mengancam perdamaian dunia dan mencederai martabat kemanusiaan," tandasnya.

Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan sejumlah poster bertuliskan Pray for Sri Lanka, Terrorist Has No Religion, Gerak Bersama Lawa Terorisme dan membawa bendera Sri Lanka. Mereka juga membubuhkan cap jari warna-warni pada kain putih sebagai simbol bahwa manusia diciptakan beragam.

Jumlah korban tewas dalam serangkan ledakan bom di Sri Lanka pada hari Minggu kemarin meningkat pesat. Data  Senin (22/4), jumlah korban meninggal sudah mencapai 290 orang. Selain itu, sekitar 500 orang lainnya menderita luka-luka.(rmt/rak)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia