Senin, 27 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pasca Liburan, Pemohon SIM Membludak

23 April 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

DISERBU: Pemohon  antre untuk melakukan perekaman saat mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Colombo, Surabaya, Senin (22/4).

DISERBU: Pemohon antre untuk melakukan perekaman saat mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Colombo, Surabaya, Senin (22/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Ikan Kerapu - Berakhirnya masa liburan Pemilu, kemudian disusul libur kenaikan Isa Al Masih, membuat   Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo, Senin (22/4) diserbu pemohon SIM.

 Antrean terlihat mengular hingga beberapa baris. Maklum, kepadatan itu terjadi lantaran pelayanan SIM baru dibuka kembali setelah pelayanannya sempat diliburkan empat hari dalam rangka Pemilu. 

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia mengatakan adanya kepadatan memang sudah diperkirakan sebelumnya. Sebab, pelayanan baru kembali dibuka setelah empat hari libur yakni tanggal 17-20 April. Sehingga, SIMnya yang habis masa berlakunya pada tanggal libur kemungkinan mengurus di hari pertama buka.

"Biasanya seperti itu, padahal untuk perpanjangan , khususnya pada saat libur pemilu kami layani hingga tanggal 27 mendatang," ungkap Eva Guna Pandia. Hanya saja kalau lebih dari tanggal itu, harus dilakukan pengurusan baru sesuai ketentuan. 

Menurut Eva Guna Pandia, Lonjakannya tidak hanya terjadi di Satpas Colombo. Antrean panjang pemohon SIM juga terjadi di SIM Corner. Pemohon didominasi adalah perpanjangan SIM, sisanya pemohon baru. Hingga sore, jumlah pemohon sudah mencapai 360 orang di Satpas Colombo. Padahal, biasanya hanya 250 orang yang membuat SIM baru dalam sehari. Artinya, ada peningkatan jumlah pemohon yang mencapai 100 orang.

Eva Guna menambahkan peningkatan jumlah pemohon sudah diantisipasi. Jam pelayanan ditambah satu jam. Biasanya, pendaftaran pemohon baru ditutup pukul 13.00. Setelah adanya lonjakan, waktu pendaftaran diperpanjang sampai pukul 14.00. 

”Itu batas waktu pendaftaran saja. Kalau ujiannya, akan dilaksanakan sampai peserta habis,” terangnya. 

Khusus pelayanan kemarin, Eva Guna Pandia memang sengaja meminta para Polwan yang bertugas untuk mengenakan kebaya. Hal itu dilakukan untuk memperingati hari Kartini. (yua/rak)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia