Jumat, 24 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Nelayan Bawean Keluhkan Penggunaan Cantrang untuk Tangkap Ikan

22 April 2019, 23: 19: 58 WIB | editor : Wijayanto

MENGELUH : Nelayan Bawean mengeluhkan maraknya nelayar luar yang beroperasi di Perairan Bawean menggunakan alat tangkap cantrang.

MENGELUH : Nelayan Bawean mengeluhkan maraknya nelayar luar yang beroperasi di Perairan Bawean menggunakan alat tangkap cantrang. (DOK/RADAR GRESIK)

BAWEAN - Ratusan nelayan di Pulau Bawean Kabupaten mengeluhkan penggunaan alat tangkap cantrang di peraiaran Bawean. Sebagianbesar alat cantrang ini digunakan oleh nelayan dari luar Gresik. 

Para nelayan Bawean meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik dan Provinsi Jatim serta Satpolair Polda Jatim merazia nelayan luar Bawean.

Menurut Ahen, Tokoh Nelayan Kecamatan Tambak, maraknya nelayan dari luar Bawean yang menggunakan alata tangkap cantrang menyebabkan kerusakan ekosistem laut. Banyak karang yang rusak dan bubu (sarang ikan) menjadi berantakan.

"Banyak nelayan lokal Bawean yang mengeluh penggunaan cantrang di perairan laut Pulau Bawean. Mereka mengeluh sulit mencari ikan dan sarang ikan yang dimiliki juga rusak sehubungan tersapu jaring cantrang," terang tokoh masyarakat dari di Pejinggahan Desa Tanjungori ini.

Dikatakan, keberadaan nelayan dari luar dengan alat cantrang terkesan dibiarkan oleh aparat terkait. Terutama petugas yang memiliki kewajiban menjaga keamanan laut seperti DKPP dan Satpolair.

Padahal, kata dia, nasib nelayan setempat sudah diambang krisis tingkat tinggi untuk mencari mata pencarian sebagai nelayan. Ahen berharap aparat terkait untuk segera turun tangan membantu mengatasi persoalan masyarakat. "Jangan menunggu sampai nelayan melakukan aksi anarkis, baru turun tangan,"harapnya.

Hal senada disampaikan Asrapi anggota kelompok nelayan Sehati asal Pajinggahan. Dia berharap nelayan cantrang tidak beroprasi di zone yang telah disepakati bersama. "Sudah seringkali dilakukan penangkapan oleh nelayan setempat, tapi kenapa bertambah kian marak sekarang ini," katanya. (yud/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia