Minggu, 26 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Banyak Petugas Penghitungan Suara Kelelahan, Siapkan Cek Kesehatan

22 April 2019, 23: 15: 46 WIB | editor : Wijayanto

PERIKSA: Ketua PPK Sukodono Edi Sucipto bersama satu anggota PPK saat melakukan cek kesehatan.

PERIKSA: Ketua PPK Sukodono Edi Sucipto bersama satu anggota PPK saat melakukan cek kesehatan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Melihat banyaknya petugas pemungutan suara kecamatan (PPK), Panwascam, saksi, maupun anggota kepolisian yang mulai mengalami kelelahan, pemeriksaan kesehatan pun disiapkan. Di Kecamatan Sukodono dan Sidoarjo sudah disiapkan tim kesehatan untuk memeriksa mereka yang bertugas selama penghitungan suara.

Di Kecamatan Sukodono misalnya, fasilitas cek kesehatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi para petugas PPK yang sedang melakukan rekapitulasi. Hal itu lantaran proses rekapitulasi itu dilakukan lebih dari 8 jam. “Bayangkan, rekapitulasi itu dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 24.00,” kata Sekretaris Kecamatan Sukodono Mohammad Makhmud.

Dia menambahkan, fasilitas cek kesehatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi petugas PPK, namun juga diperuntukkan untuk petugas panwascam hingga saksi. Sehingga mereka diharapkan dapat melakukan proses rekapitulasi dengan baik.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, pihak kecamatan melakukan koordinasi dengan puskesmas Sukodono untuk memberikan pelayanan terhadap petugas rekapitulasi. Beberapa petugas yang datang langsung melakukan pemeriksaan tensi darah serta memberikan multivitamin.

Sementara itu, berdasarkan hasil cek kesehatan yang dilakukan, para petugas tersebut rata-rata mengalami kelelahan yang cukup tinggi. Hal itu lantaran mereka kurang tidur dan makannya pun ada yang tidak teratur. “Sudah kelihatan memang mereka kurang tidur, mau gimana lagi memang tugasnya seperti itu,” terangnya.

Sementara itu ketua PPK Sukodono Edi Sucipto mengatakan, sejak proses penghitungan suara di masing-masing TPS, sudah ada beberapa petugas PPS yang mengalami sakit. “Sebagian ada yang ke puskesmas, bahkan ada yang langsung ke RS,” katanya.

Edi mengatakan, kelelahan memang dialami hampir seluruh petugas pemungutan suara. Hal itu lantaran petugas tersebut memang bekerja setiap harinya hingga larut malam. Sehingga waktu istirahat pun berkurang. “Kita disini hanya istirahat salat dan makan saja,” ujarnya.

Selain pihak Kecamatan Sukodono, Tim Urusan Kesehatan (Urkes) Polresta Sidoarjo juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan anggota yang bertugas di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi anggota yang kelelahan saat melakukan tugas di PPK.

Sejak pagi, tim Urkes dikerahkan ke sejumlah PPK yang berada di Sidoarjo. Satu persatu petugas kepolisian yang sedang bertugas dilakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi tersebut. Tak hanya anggota kepolisian saja, personel dari anggota unsur TNI dan satpol pp yang bertugas juaga ikut melakukan pemeriksaan. Bahkan petugas PPK yang sedang bertugas juga ikut melakukan pemeriksaan kesehatan.

Paurkes Polresta Sidoarjo Ipda Rukwandi mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan itu dimaksudkan untuk menjaga kondusifitas rekapitulasi pemilu tersebut. "Kami ingin memastikan bahwa anggota yang sedang bertugas di lapangan dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Seperti yang diketahui, selama pelaksanaan proses pemilu 2019 banyak dijumpai petugas penyelenggara pemilu maupun petugas pengamanan yang kelelahan dalam menjalankan tugasnya. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Seperti yang dialami Aiptu Muhammad Supri, anggota Polsek Krian yang meninggal saat melakukan Pam pemungutan suara pada Rabu (17/4) lalu. Korban pingsan saat menjalankan tugas negara itu. Korban dinyatan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Bhayangkara Pusdik Gakum Porong. Jenazah almarhum dimakamkan di rumahnya di Kecamatan Beji, Pasuruan. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia