Jumat, 24 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Hitung Ulang di 2 Desa, Bawaslu Temukan Perusakan Surat Suara

22 April 2019, 23: 03: 58 WIB | editor : Wijayanto

DIHITUNG LAGI: Rekapitulasi perolehan suara di Kecamatan Candi yang diulang.

DIHITUNG LAGI: Rekapitulasi perolehan suara di Kecamatan Candi yang diulang. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Penghitungan suara dalam Pemilu 2019 menemui kendala. Ada dua desa yang harus melakukan penghitungan ulang surat suara. Dua desa tersebut adalah Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon dan Wedoroklurak, Kecamatan Candi. Bawaslu menilai kebijakan itu sebagai solusi karena ada ketidaksesuaian antara jumlah suara di C1.

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti dua indikasi pelanggaran pemilu tersebut. Di Trompoasri awalnya panwascam mendapatkan laporan dari salah satu tim caleg. Aduan itu terkait indikasi penggelembungan suara di seluruh TPS di Trompoasri.

Dia menjelaskan, teknis penggelembungan dilakukan setelah perhitungan. Jumlah suara direkap dalam formulir C1. Perhitungan dilanjutkan di Kecamatan. Awalnya saksi salah satu caleg tidak curiga. Sebab jumlah rekapan C1 sama seperti catatan saksi.

Namun, ketika diteliti ada perbedaan. Jumlah suara salah satu caleg berkurang. Ada indikasi suara itu dimasukkan ke caleg lain.

Sedangkan di Desa Wedoroklurak, Kecamatan Candi, tepatnya TPS 12, petugas menemukan formulir C1 penuh coretan dan tipe x. Jumlah rekapan C1 pun tidak sesuai.

Haidar mengatakan, Bawaslu sudah mengambil sikap. Seluruh TPS di Trompoasri dan TPS 12 Wedoroklurak harus menjalankan perhitungan ulang. "Saat ini sudah mulai berjalan," ujarnya.

Selain itu, Minggu kemarin (22/4) Bawaslu kembali menemukan indikasi pelanggaran. Kali ini di TPS 9 Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono. Petugas mendapatkan rekaman video perusakan surat suara yang dilakukan saksi salah satu parpol.

Di dalam rekaman tersebut, tampak seorang yang tengah duduk menghadap kertas suara. Satu per satu kertas suara dilubangi dengan menggunakan kuku.

Menanggapi itu, Haidar sudah mengumpulkan keterangan. Ada lima rekaman dengan durasi tiap video selama tiga menit. Perusakan itu dilakukan salah satu saksi parpol. "Masih kami telusuri motifnya apa," jelasnya.

Dari penelusuran sementara, pelaku sudah merancang perusakan surat suara. Targetnya surat suara DPRD Kabupaten. Pasalnya dari perhitungan surat suara di kecamatan, sebanyak 49 surat suara DPRD rusak. "Surat suara presiden rusak hanya dua. DPR RI hanya 14. Sedangkan DPD 45 dan provinsi 24," terangnya.

Lebih lanjut, Haidar mengatakan bawaslu akan menggelar pleno. Dalam rapat tersebut, bawaslu akan memanggil saksi, panwascam, PPK serta pelaku. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia