Sabtu, 21 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Kurir SS Dicokok Lagi Transaksi di Depan Puskesmas

22 April 2019, 21: 45: 01 WIB | editor : Wijayanto

TEPERGOK: Ryan saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo

TEPERGOK: Ryan saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Ryan Dwi Agus Diantoro, 23, warga Jalan Nangka, Desa Sruni, Kecamatan Gedangan harus mendekam di ruang tahanan Mapolresta Sidoarjo. Tukang isi ulang galon itu diringkus polisi saat mengantarkan sabu-sabu (SS) di depan Puskesmas Sidoarjo.

Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto menceritakan, penangkapan ABG Jalan Nangka itu bermula saat polisi mendapat informasi jika tersangka kerap terlibat dalam penyalahgunaan SS. Pihaknya langsung memerintahkan anggota untuk melakukan pemantauan setiap gerak-gerik pria yang belum menikah tersebut.

Dalam pemantauan tersebut, polisi mendapat informasi jika tersangka hendak melakukan transaksi SS di depan Puskesmas Kecamatan Sidoarjo. Tak mau kehilangan kesempatan, polisi langsung melakukan pemantauan di sekitar lokasi Puskesmas Kecamatan Sidoarjo.

Polisi melihat tersangka nampak duduk di atas motor seperti menunggu seseorang. Lalu, polisi langsung mendekati tersangka dan melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan satu poket SS di dalam jok motornya. “Sabunya disimpan di handphone bekas di jok motor,” terang Sugeng.

Berdasarkan barang bukti itu, tersangka langsung digelandang ke Mapolresta Sidoarjo guna penyelidikan lebih lanjut. Tersangka mengaku jika barang haram tersebut adalah milik rekannya yang bernama Lek (DPO).

Sebelum ditangkap, tersangka diminta Lek untuk membelikan  1 gram ss. Tersangka pun menyanggupi permintaan itu dan berhasil membelikan 1 gram SS dengan harga Rp 1,5 juta. Keduanya juga sempat mengisap SS bersama di rumahnya di Jalan Nangka tersebut.

Tersangka juga mengaku jika saat ditangkap polisi itu memang hendak menyerahkan sisa sabu milik Lek di depan Puskesmas Kecamatan Sidoarjo. Namun tresangka tidak mengetahui jika aksinya sudah dipantau polisi. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia