Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Belum 24 Jam, Dua Jambret Beraksi di Tenggilis Mejoyo

22 April 2019, 17: 14: 46 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Kawanan pejambret menjelang bulan puasa semakin nekat. Mereka tidak hanya beraksi di malam hari, tapi juga di siang hari. Dari catatan Radar Surabaya, belum sampai 1 x 24 jam, dua kasus penjambretan terjadi di wilayah Tenggilis Mejoyo.

Pertama menimpa Lindawati Tjokrohadi, 54, yang menjadi korban jambret di Jalan Panduk V, Tenggilis Mejoyo Minggu (21/4) sekitar pukul 13.30. Akibatnya, korban kehilangan tas yang berisi dompet, ATM, KTP, handphone (HP) dan kunci rumah.

Menurut keterangan anak korban Clementeo Agung, kronologi kejadian bermula saat ibunya baru turun dari mobil. Korban saat itu hendak bekerja dan diantar anaknya.

Korban membawa tas. Saat hendak masuk ke gang sekitar Universitas Surabaya (Ubaya) seorang pelaku melaju dari belakang dengan motor, dan merampas tas korban.

Pelaku saat itu diketahui menggunakan motor matic dengan nopol huruf W. Terkait hal itu korban sudah melapor ke Mapolsek Tenggilis Mejoyo. Hanya saja laporannya bukan penjambretan namun kehilangan.

Selang 11 jam kemudian kasus penjambretan juga terjadi di Jalan Panjang Jiwo Senin (22/4) sekitar pukul 00.20. Korbannya, Lulut, 28, warga Jalan Berbek I, Waru Sidoarjo.

Akibat dijambret, korban kehilangan tas yang berisi barang berharga. "Korban juga terjatuh dan mengalami luka lecet pada lengan dan kaki sebelah kiri," kata seorang petugas keamanan setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (22/4).

Informasi yang didapat Radar Surabaya, saat itu korban hendak pulang kerja mengendarai motor Honda Supra X nopol W 2939 QJ. Dia melaju dari arah timur ke barat.

Tak berselang lama, dari belakang korban dibuntuti dua pelaku yang menggunakan sepeda motor. Lalu pelaku memepet korban dan merampas tas yang dibawa di lengan korban.

Saking kerasnya tarikan, korban pun hilang keseimbangan dan terjatuh. Petugas Tim Gerak Cepat (TGC) Pos Timur dibantu BPB Linmas yang mendapatkan laporan terkait kasus penjambretan lantas menolong korban.

Setelah diberikan pertolongan medis pertama, korban tak jadi dibawa ke rumah sakit. Sebab lukanya tidak terlalu parah. Namun korban mengalami syok. Selanjutnya petugas mendampingi korban untuk membuat laporan di Polsek Tenggilis Mejoyo.

Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Sidik saat dikonfirmasi terkait dua kasus penjambretan itu mengaku masih akan mengecek laporan. "Saya cek dahulu. Saya tanyakan yang piket," ucap Sidik singkat. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia