Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik
Perebutan Kursi DPRD Gresik

Dapil I Merata, Dapil II Diborong PKB

22 April 2019, 15: 56: 34 WIB | editor : Wijayanto

BORONG: Ketua DPC PKB Gresik Moch Qosim optimis PKB bakal menguasai kursi parlemen.

BORONG: Ketua DPC PKB Gresik Moch Qosim optimis PKB bakal menguasai kursi parlemen. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Perhitungan suara pemilu legislatif (pileg) 2019 memang masih berlangsung di tingkat Kecamatan. Namun, potensi perolehan kursi di daerah pemilihan (dapil) I (Gresik-Kebomas) serta dapil II (Cerme-Duduksampeyan) mulai terlihat. Untuk dapil II, PKB dipastikan borong 3 kursi dari 5 kursi yang tersedia.

Dari data yang berhasil dihimpun, untuk dapil II, PKB diprediksi bakal mendapatkan suara hingga 41 ribu. Dengan perolehan suara ini, PKB bisa mengantarkan 3 calegnya menjadi anggota DPRD Gresik, yakni Fandi Ahmad Yani, Muhammad dan Mukharomah.

Kemudian, untuk posisi kedua ada Partai Gerindra dengan raihan suara sekitar 12 ribu. Dengan hasil ini kemungkinan besar Gerindra hanya meloloskan satu caleg yakni Nur Saidah.

Di posisi ketiga ada Golkar dengan raihan suara sekitar 8.400 dan kemungkinan besar caleg yang lolos yakni, Hamzah Takim yang memperoleh suara sekitar 4.900.

Ketua DPC PKB Gresik Moh Qosim mengatakan untuk dapil Cerme-Duduksampeyan memang PKB memiliki potensi mendapatkan 3 kursi. “Tetapi, kami masih menunggu hasil rekapitulasi suara,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Gresik Ahmad Nurhamim mengatakan untuk dapil 2 Golkar kemungkinan besar berada di posisi ketiga di bawah PKB dan Gerindra. “Golkar masih dapat kursi, dan kemungkinan Pak Hamzah,” ungkap dia.

Sedangkan untuk dapil I Gresik-Kebomas, persaingan antar parpol cukup merata. Dari 7 kursi yang diperebutkan lima diantaranya sudah dipastikan pemiliknya.

Kelima parpol yang kemungkinan besar bisa mendapat kursi di dapil satu yakni, PKB dengan 20 ribu suara. Dari jumlah suara ini, Syaichu Busyiri diprediksi mendapatkan suara tertinggi sekitar 5.800.

Kemudian, Partai Gerindra sekitar 17 ribu, dengan caleg yang berpotensi mendapatkan suara terbesar yakni Markasim Halim Widyanto. Diposisi ketiga ada PAN dengan 12 ribu suara, dan Mubin masih diprediksi memimpin perolehan suara caleg PAN.

Selanjutnya, Golkar dengan 11 ribu dan Ahmad Nurhamim diprediksi menjadi caleg terkuat. Dan diposisi kelima ada PPP dengan raihan 8 ribu suara dengan caleg terkuat Lilik Hidayati.

Sedangkan kursi keenam dan ketujuh bakal diperebutkan 3 parpol dan sisa suara dari PKB. Ketiga parpol yang berebut di antaranya Demokrat dengan 7 ribu suara dengan caleg terkuat Edi Santoso serta PDIP dan Nasdem yang kisaran suaranya di angka 6 ribu dengan caleg terkuat Mega Bagus (PDIP) dan Sodikin (Nasdem).

Serta sisa suara PKB setelah dibagi tiga yang masih mencapai hampir 7 ribu, dengan caleg perolehan suara terbanyak kedua Septrianto Maulana dengan suara sekitar 4.900. 

Caleg PKB dapil I Syaichu Busyiri mengatakan, untuk perolehan kursi memang cukup merata. Untuk PKB masih memiliki potensi dua kursi. Namun, harus melihat perolehan suara parpol lain.

“Sesuai aturan untuk bisa mendapatkan kursi kedua suara partai harus dibagi tiga dan hasilnya harus lebih tinggi dari suara parpol lain yang belum dapat kursi,” ujarnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia