Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Dirazia Satpol PP, 2 Penjaga Warkop Terinfeksi HIV

22 April 2019, 09: 36: 23 WIB | editor : Wijayanto

RAWAN: Selama 2018, Satpol PP merazia 34 pramusaji warkop, 2 di antaranya diketahui terjangkit HIV.

RAWAN: Selama 2018, Satpol PP merazia 34 pramusaji warkop, 2 di antaranya diketahui terjangkit HIV. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK – Dua orang perempuan pramusaji atau penjaga warung kopi (warkop) dinyatakan positif terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Kedua orang yang dirahasiakan identitasnya tersebut teridentifikasi HIV setelah menjalani tes medis.

Sebelumnya, dua pramusaji ini bersama 34 orang lainnya terjaring Satpol PP dalam sebuah razia, selama 2018. Dari tangkapan itu, Dinas Kesehatan Gresik menyatakan dua diantaranya HIV dan mereka akan diobati. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr Ummi Khoiroh mengaku, dari hasil tangkapan Satpol PP tahun lalu pihaknya menetapkan 2 perempuan positif HIV.

Menurut data, tahun 2018 kemarin Dinkes menetapkan 91 penderita positif HIV. “Untuk tangkapan yang bulan Januari dan Februari belum bisa ditetapkan dan hasilnya belum keluar,” ujarnya.

Ummi mengungkapkan, kedua perempuan tersebut mau untuk dirujuk untuk berobat.  Sebab mereka menyadari bahwa dirinya terserang HIV sehingga mereka mau berobat. Nantinya, kedua pramusaji itu harus mengkonsumsi anti retroviral (ARV) secara rutin. Mengingat, konsumsi ARV rutin dapat menekan viral load hingga 0.

“Kalau sudah virusnya tidak terdeteksi dan tidak bisa menularkan. Tapi status yang bersangkutan masih HIV,” kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik ini.

Kepala Satpol PP Gresik, Abu Hasan tidak menampik data bahwa sepanjang 2018 kemarin ada 34 pramusaji warkop yang diamankan. Untuk memangkas persebaran virus HIV ini, pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan Gresik. 

“Jadi setelah operasi dan ada pramusaji yang diamankan akan kami serahkan ke Dinkes Gresik untuk diperiksa,” ujarnya.

Sementara untuk tahun ini pihaknya juga mendapatkan beberapa tangkapan. Bulan Januari lalu ada 3 perempuan, kemudian Februari ada 5 perempuan. “Sudah kami serahkan ke Dinkes,” imbuhnya.

Terkait hasil pemeriksaan medis atas 34 pramusaji ini, mereka tidak terjangkit virus HIV. Namun mereka  tetap menjalani pembinaan oleh Satpol PP. Selain pembinaan, mereka akan menjalani rehabilitasi yang dilakukan ke shelter Dinas Sosial di Kecamatan Cerme. “Kalau diketahui pemain lama, akan kami kirim ke Kediri,” tegasnya.

Abu Hasan menambahkan, pihaknya secara rutin bakal melakukan operasi ke tempat-tempat yang rawan. Tidak hanya operasi miras saja, namun juga perempuan pramusaji. “Ini untuk memangkas penyebaran virus HIV. Kerjasama dengan Dinkes Gresik,” pungkasnya. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia