Senin, 27 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jalan Putricempo Belum Diperbaiki, Pemerintah Kecamatan Pasang Spanduk

20 April 2019, 23: 43: 08 WIB | editor : Wijayanto

LONGSOR: Kecamatan Kebomas meminta kelurahan setempat untuk memasang spanduk himbauan di lokasi Jalan Putri Cempo.

LONGSOR: Kecamatan Kebomas meminta kelurahan setempat untuk memasang spanduk himbauan di lokasi Jalan Putri Cempo. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

GRESIK – Kerusakan parah Jalan Putri Cempo hingga kini tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Agar tidak memakan korban, Pemerintah Kecamatan untuk sementara hanya memasang spanduk himbauan agar pengendara lebih berhati-hati. Selain itu, mereka juga telah berkirim surat kepada bupati.

Camat Kebomas Miftahul Huda mengatakan pihaknya memang sudah mendapatkan laporan kalau jalan mengalami longsor. Makanya, pihaknya langsung meminta kelurahan setempat memasang spanduk himbauan. “Iya langsung kami pasang. Agar pengendara yang melintas lebih hati-hati,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berkirim surat kepada bupati terkait kondisi tersebut. Dan dari Dinas PU juga sudah menjawab surat tersebut. “Mereka menyatakan sudah ada anggaran yang disiapkan pada tahun 2019 ini. Makanya kita tunggu saja semoga jalannya bisa segera diperbaiki,” terang dia.

Ditambahkan, untuk sementara ini pihaknya meminta masyarakat di sekitar lokasi untuk lebih berhati-hati. Apalagi, untuk warga yang berada di bawah jalan tersebut. “Kami minta hati-hati dan waspada. Karena memang kondisi tebingnya sangat curam dan rawan longsor. Apalagi, di bawah katanya ada gua,” imbuhnya dia.

Sebelumnya, Jalan Putri Cempo yang dibawahnya terdapat gua kembali ambrol. Akibatnya, jalan alternative dari Surabaya ke arah Kebomas ini berlubang cukup besar. Untuk sementara, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas di jalan tersebut.

Dari pengamatan di lokasi jalan, terlihat lubang cukup dalam tersebut berada tepat di tengah jalan. Warga sekitar hanya memberikan tanda berupa potongan pohon bambu agar pengendara yang melintas tidak terperosok. “Sudah sejak seminggu lalu jalan kembali ambrol,” ujar Syafi’I pengendara yang sering melintasi jalan tersebut. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia