Minggu, 26 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Tiket Pesawat Mahal, Okupansi Hotel Terimbas Turun

20 April 2019, 23: 38: 58 WIB | editor : Wijayanto

IMBAS TIKET MAHAL: Pengusaha hotel keluhkan mahalnya harga tiket pesawat hingga berdampak pada penurunan tamu.

IMBAS TIKET MAHAL: Pengusaha hotel keluhkan mahalnya harga tiket pesawat hingga berdampak pada penurunan tamu. (DOK/RADAR GRESIK)

GRESIK - Pebisnis perhotelan di Gresik mengeluhkan kenaikan harga tiket pesawat yang mahal. Kondisi itu mempengaruhi jumlah kunjungan tamu hotel.

Beruntung, bisnis hotel sepanjang Triwulan I/2019 kemarin terbantu oleh kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). General Manager Pesonna Hotel Gresik, Djoko S Widyatmo mengaku, mahalnya tiket pesawat secara tidak langsung membawa dampak pada sektor bisnisnya.

Sebab, banyak wisatawan yang menunda rencana liburannya sembari menunggu harga tiket pesawat kembali stabil.

“Untungnya kami banyak dibantu oleh grup pegadaian dan kegiatan silaturahmi caleg. Sehingga pendapatan triwulan I/2019 masih bisa tercapai,” kata Djoko. 

General Manager HOM Premiere Hotel, Leo Patrio Kusumo merasakan hal sama. Diakuinya sektor MICE pada triwulan I/2019 cukup menolong bisnis perhotelan di Gresik. Mengingat selama periode tersebut jumlah okupansi kamar rata-rata masih dibawah 68 persen.

“Ditempat kami okupansi kamar masih dikisaran 58 persen. Harga tiket berkepanjangan memang cukup berpengaruh. Meskipun sedikit tertinggal dari target 2019, namun kami berhasil membukukan 34 persen dari target pengembalian modal (ROI),” papar Leo.

Ditempat lain, General Manager Grab Hotel, Rifky Andrianto mengaku, sejak harga tiket pesawat naik pihaknya merasakan penurunan kunjungan tamu hotel. Hal ini tidak lepas dari kategori hotelnya yang bestatus budget hotel. 

“Dibandingkan triwulan IV/2018, pada periode Triwulan I/2019 ini memang terjadi penurunan jumlah tajam. Sebab kami hotel budget yang tidak ada meeting room atau restoran, sehingga seluruh aktivitas akomodasi menjadi komponen penting yang tidak dapat dipisahkan,” jelasnya.

Dia berharap pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan ini. Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin pengusaha hotel budget yang tidak menggarap sektor MICE akan gulung tikar. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia