Selasa, 21 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Wisata Edukasi Alam Diminati Warga

Hilangkan Kepenatan Otak, Belajar Observasi dan Praktik Tanaman

19 April 2019, 09: 20: 17 WIB | editor : Wijayanto

NGETREN : Siswa SMP sedang belajar teknik penanaman bercocok tanam di Gresik, kemarin

NGETREN : Siswa SMP sedang belajar teknik penanaman bercocok tanam di Gresik, kemarin (ISTIMEWA)

Makin  modern, manusia rindu dengan suasana alam. Setidaknya itu yang dirasakan sekarang. Bukan wisata mall, atau taman  buatan. Mereka kini lebih suka wisata dengan suasana pedesaan dan hutan.

 

Hany Akasah-Wartawan Radar Gresik

Wisata edukasi  kini lagi ngetren dan diminati warga. Yang ingin dirasakan yakni mengamati pemandangan alam nan asri, hijau, dan menyejukan mata yaitu area persawahan yang lapang dan luas. 

Pengamat perkembangan wisata pertanian, Prof Budi Setyo mengatakan, tren wisata edukasi di sekolah-sekolah di Gresik sangat diminati. Mereka bahkan rela menyewa travel untuk mengajak keliling alam. Misalnya, menanjak di lereng gunung atau pesisiri itu, akhirnya tibalah mereka sampai di  wisata edukasi yang dimaksud.

Biasanya, kegiatan mereka melakukan observasi lingkungan dan praktik secara langsung tentang pertanian seperti perkembangbiakan vegetatif tanaman. Di Gresik, sistem hidroponik ini menjadi potensi budidaya tanaman di kotanya, Gresik yang sudah penuh dengan pabrik dan bisnis perumahan mengakibatkan lahan tanam menanam langsung di tanah makin menipis. “Saya kira kita bisa menanam di depan rumah atau di lantai paling atas rumah,” katanya memberikan ide.

Tidak hanya wawasan tentang perkebunan dan pertanian,  para siswa juga memperoleh wawasan tentang perikanan dan peternakan. Pengetahuan tentang budidaya ikan gurami, patin, dan nila diperoleh siswa selama kegiatan ini. Selain itu, siswa diberikan wawasan tentang perkembangbiakan ayam petelur sebagai sumber protein hewani. Jenis ayam, frekuensi produksi serta pemeliharaan kesehatan dan distribusi ayam petelur menjadi bahan diskusi yang gayeng antara siswa dan siswa.

Sementara itu, pengelola travel, Vida Erdaria mengaku tren wisata edukasi ngetren karena Gresik sudah masuk ke area kota besar. “Peminatnya banyak. Jadi wisata edukasi itu anak-anak diajak ke sawah, hutan dan lainnya. Untuk merelaksasikan otak mereka yang sudah tegang karena tuntutan pekerjaan maupun sekolah,” ungkapnya. (*)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia