Senin, 27 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

RSJ Menur Siapkan Kamar VIP untuk Rawat Caleg Stres

18 April 2019, 15: 00: 38 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Perawat mempersiapkan ruang untuk caleg yang depresi di RS Menur, Jalan Menur, Surabaya.

ANTISIPASI: Perawat mempersiapkan ruang untuk caleg yang depresi di RS Menur, Jalan Menur, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya siap menampung calon legislatif (caleg) yang gagal dalam pemilu 2019. Selain mempersiapkan dokter dan tenaga ahli kesehatan yang mumpuni, RS milik Pemprov Jatim ini juga mempersiapkan fasilitas kamar lengkap mulai dari VIP hingga Kamar Kelas 3. Bahkan, cslon pasien bisa membayar dengan fasilitas BPJS.

Basuni, Kasi Mutu dan Perawatan RSJ Menur menyampaikan, pihaknya tidak menyediakan kamar khusus untuk caleg. Semua kelas boleh dimasuki. "Tidak ada (kamar khusus), nanti kita memberikan pelayanan berbeda kan tidak boleh. Yang kami sediakan untuk caleg ya VIP ini," jelasnya.  

Ruang VIP di RSJ Menur ada tujuh kamar. Biaya rawatnya Rp 448 ribu per malam dengan fasilitas lengkap mulai dari kamar mandi dalam, kulkas, televisi, dan almari besar. Sementara untuk VIP 2 hanya ada satu ruangan yang bisa digunakan untuk dua orang dengan fasilitas yang sama. 

Sementara untuk kelas 1 terdapat 28 kamar, kelas 2 terdapat 50 kamar dan kelas tiga terdapat 165 kamar. 

Namun Basuni mengaku, hingga tahun 2018, belum ada caleg gagal yang kemudian berobat ke RSJ Menur. "Data pasti memang tidak ada, kita kan gak tahu mana (pasien) caleg, mana yang enggak, kadang-kadang juga dirahasiakan (identitasnya)," Imbuhnya. 

Ia mengatakan, bisa jadi karena gengsi, maka caleg yang mengalami gangguan stress paska pemilu langsung mendatangi psikiater untuk menghindari atensi dari masyarakat.

Keengganan caleg untuk berobat seperti inilah yang disayangkan. Karena menurut Basuni, caleg yang gagal memiliki kemungkinan yang besar mengalami gangguan kejiwaan baik ringan maupun berat.

Hal ini tak lepas dari tekanan kekalahan dengan kerugian material dalam jumlah banyak. Itulah mengapa, sudah seharusnya para caleg gagal mau sejak dini berobat jika merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh atau perilakunya. Karena semakin cepat ditangani, kemungkinan untuk sembuh pun semakin besar. 

Dengan mendatangi rumah sakit, tim ahli bisa menyimpulkan penanganan yang tepat apakah pasien tersebut hanya diberi obat jalan. Sementara pasien dengan gangguan jiwa berat harus diberikan pelayanan rawat inap. 

Untuk menentukan ini, sebelumnya pasien akan melewati serangkaian pemeriksaan fisik dan mental. Gangguan jiwa ringan ditandai dengan sulit konsentrasi, insomnia dan nafsu makan menurun. Sementara gangguan jiwa berat juga sama, hanya saja porsinya lebih parah karen tidak bisa lagi diajak berkomunikasi hingga kehilangan semangat untuk merawat tubuh, hingga melakukan tindakan-tindakan anarkis. 

Yang salah kaprah adalah, selama ini orang-orang cenderung antipati dengan rumah sakit jiwa. Merasa malu dianggap gila ketika telah memasuki rumah sakit jiwa. Padahal, dengan datang berobat bisa mencegah keparahan yang semakin dalam.

"Di sini selain ada tenaga ahli psikiater, juga ada spesialis penyakit dalam, saraf, kulit dan spesialis lain sehingga lengkap," Imbuhnya. 

Basuni berpesan bagi para caleg, jika merasa tidak beres dengan dirinya setelah mengalami kegagalan agar tidak malu mendatangi rumah sakit demi kesehatan jiwanya. (is/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia