Selasa, 21 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

DKRTH Fokuskan Jogging Track Stren Kali Jagir dan Ngagel

18 April 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BELUM TUNTAS: Jogging track terbuat dari bahan sandal jepit bekas di bantaran sungai Kawasan Jalan Dinoyo sepi dan kurang diminati, Rabu (17/4).

BELUM TUNTAS: Jogging track terbuat dari bahan sandal jepit bekas di bantaran sungai Kawasan Jalan Dinoyo sepi dan kurang diminati, Rabu (17/4). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

KEMBANG JEPUN-Jogging track berbahan limbah sandal jepit pertama kali dicanangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Maret 2018 lalu. Namun, hingga saat ini keberadaannya belum menarik minat warga Surabaya. 

Jogging track yang terpasang di sepanjang tepian sungai bagian selatan Pasar Keputran terlihat tidak dimanfaatkan oleh warga. Bahkan, sampah dedaunan terlihat berserakan di sekitar arena jogging track tersebut.

Sepanjang siang hingga sore Agus Rozak, 31, warga yang berkunjung ke area tersebut mengungkapkan kondisi jogging track cenderung sepi. Hanya anak kecil dari kampung Dinoyo yang bermain di area tersebut. Atau sejumlah orang melepas lelah yang tiduran di area jogging track tersebut.

"Kan memang lumayan empuk buat tidur. Kadang dipakai orang tidur gitu, selebihnya ya gini sepi," ungkap pria yang kerap memancing di area jogging track, Rabu (17/4).

Selain itu menurutnya, arena jogging track juga belum tuntas dikerjakan. Hal ini terlihat dari ujung jogging track yang masih berserakan dan belum dipasang. "Sebenarnya sudah bagus sini itu, cuma memang ya gini saja. Nggak ada apa-apanya," ujarnya.

Choirul Anam, Ketua RT 6 Dinoyo Tenun mengungkapkan, biasanya tiap hari Minggu pagi warganya kerap berolahraga di area tersebut. Pasalnya hanya di area jogging track tersebut terdapat lahan luas untuk berolahraga. "Belum ada fasilitas apapun memang di sana, biasanya ya buat main bola anak-anak," terangnya.

Sementara itu, terkait belum tuntasnya jalur jogging track dari sandal jepit bekas di tepian sungai bagian selatan Pasar Keputran masih menunggu instruksi Wali Kota Surabaya.

Kasi Ruang Terbuka, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Rochim Yuliadi mengungkapakan, pengerjaan jogging track sepenuhnya menyesuaikan dengan perintah wali kota.

Apalagi area jogging track dengan matras sandal jepit sudah terpasang cukup panjang. "Sementara sekarang kami sedang giat di taman jogging track stren sungai Jagir dan stren sungai Ngagel hingga depan hotel novotel sampai Jembatan Ujung Galuh," paparnya.

Namun, dikatakannya, jogging track yang ada saat ini merupakan track panjang, sehingga fokus memakai paving."Lebih rapi dan bersih kalau pakai paving," tutupnya. (gin/nur) 

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia