Senin, 20 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pijat Bayi, Relaksasi Sekaligus Pacu Kepekaan Sensorik Anak

18 April 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SAMBIL MEMIJAT AJAK BICARA : Nabila saat memijat anaknya Layqa. Memijat bayi sebaiknya dilakukan rutin oleh ibu sendiri untuk membentuk bonding dan me

SAMBIL MEMIJAT AJAK BICARA : Nabila saat memijat anaknya Layqa. Memijat bayi sebaiknya dilakukan rutin oleh ibu sendiri untuk membentuk bonding dan menstimulus anak. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

JEMUR ANDAYANI- Selama ini masih banyak persepsi yang salah tentang pijat bayi. Pijat bayi bermanfaat untuk memberikan efek relaksasi pada anak. Itulah mengapa banyak orang tua yang membawa balitanya ke dukun pijat dan baby spa agar anak mendapatkan pemijatan. Padahal, sebaiknya, pijat bayi yang dilakukan sendiri oleh orang tua memiliki manfaat yang lebih banyak ketimbang memijatkan anak ke orang lain. 

Dokter spesialis anak Dyah Retno Wulan menjelaskan, pijat bayi memberikan dampak positif kepada ke dua belah pihak. Kepada orang tua, pijat bayi bermanfaat untuk membentuk kedekatan atau bonding antara orang tua dan anak. 

Sementara untuk anak, manfaat utama memijat adalah untuk memberikan stimulus sensorik yang sangat berguna untuk tumbuh kembangnya. Rangsangan melalui pijatan ini bisa dilakukan di beberapa bagian tubuh anak. Di antaranya di wajah, perut, dada, punggung, dan kaki.

"Rangsangan multisensori dalam pijat diwujudkan dengan sentuhan, tatapan, dan komunikasi yang dilakukan orang tua saat memijat," paparnya. 

Rangsangan multisensorik dengan tumbuh kembang anak memiliki banyak keterkaitan. Sentuhan dari orang yang terdekat dengan anak mampu melepaskan hormon stres. Manfaatnya, selain meningkatkan imunitas tubuh, pijatan mampu membuat buah hati rileks, sehingga, membantu anak tidur lebih nyenyak. Pijatan juga berfungsi untuk meningkatkann nafsu makan pada anak. Pijatan pada pipi, misalnya, mampu menstimulus otot di mulut. Pijatan ini dapat membantu anak dengan gangguan makan, sehingga lebih rajin mengunyah dan menghisap susu. Sehingga membantu  penyerapan nutrisi semakin optimal.

Pijatan di punggung berfungsi untuk mengontrol postur tubuh. Sementara gerakan memijat di perut baik untuk menstimulasi gerakan usus sehingga anak dapat buang air besar lebih lancar, sehingga lebih cepat lapar dan memperoleh asupan nutrisi kembali. 

Gina Puspita Anggraini, sebagai terapis pijat bayi profesional menjelaskan, orang tua tak perlu takut untuk memijat bayi masing-masing. Karena yang paling penting bukanlah dari terapis, melainkan sentuhan kasih sayang dari orang tua sendiri. "Teknik-tekniknya juga sudah banyak diajarkan di Youtube, orang tua tinggal belajar," jelasnya. 

Yang perlu diingat, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat memijat bayi. Di antaranya memijat setelah anak selesai makan dan minum, memaksa anak melakukan pemijatan meski sedang menangis, membangunkan anak untuk dipijat. Dan yang paling sering terjadi, memijat anak ketika sakit. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia