Senin, 27 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Waspadai Politik Uang, Bawaslu Surabaya Bentuk Tim Saber

17 April 2019, 06: 48: 31 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU AWASI: Bawaslu Surabaya membentuk Tim Saber Politik Uang untukmengawasi pelaksanaan pemilu hari ini (17/4).

PANTAU AWASI: Bawaslu Surabaya membentuk Tim Saber Politik Uang untukmengawasi pelaksanaan pemilu hari ini (17/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya duet dengan lembaga pemantau pemilu membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) Politik Uang menjelang pelaksanaan Pemilu Umum (Pemilu) 2019 yang digelar pada Rabu (17/4).Ketua Bawaslu Surabaya Hadi Margo mengatakan, tugas dari tim tersebut adalah untuk mencegah adanya politik uang pada masyarakat. “Karena politik uang ini berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Hadi di kantornya, Selasa (16/4).Untuk itu, lanjut dia, Bawaslu membagi tugas Tim Saber Politik Uang yang dibentuk pada Senin (15/4) malam itu untuk mengawasi dugaan politik uang. Adapun pembagian tersebut meliputi Forum Masyarakat Peduli Jatim (FMPJ) yang mengawasi wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 5, khususnya kecamatan Lakarsantri.Kemudian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengawasi Dapil 4 khususnya Wonokromo.Sedangkan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mengawasi wilayah Dapil 3 terutama Kecamatan Rungkut.Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mengawasi wilayah Dapil 1 khususnya Kecamatan Bubutan dan Forum Santri mengawasi wilayah Dapil 2 terutama Kecamatan Kenjeran.Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi, Komisioner Bawaslu Surabaya Yaqub Baliyya mengatakan, pihaknya berharap peran aktif masyarakat untuk membantu tugas pemantau dan pengawas pemilu mulai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) sampai Bawaslu Surabaya dalam melakukan pengawasan pemilu.“Jika ada indikasi praktik politik uang langsung laporkan ke kami atau ke nomor 0822 5764 8383 baik via WA, SMS, maupun telepon,” ujarnya.Ketua Forum Masyarakat Peduli (FMP) Jawa Timur M. Surya Agung mengatakan, politik uang dalam prespektif demokrasi di Indonesia adalah suatu pelanggaran pidana pemilu. Karena pada esensinya, politik uang di Indonesia akan merusak elektabilitas dari pemilihan umum itu sendiri.“Untuk menjaga marwah tersebut, kami pemantau pemilu FMP Jatim bersama Bawaslu membentuk Tim Saber Politik Uang,” katanya.Menurut dia, kekuatan Tim Saber Politik Uang bisa menjangkau di tingkat TPS. Tim tersebut, lanjut dia, akan bergerak melakukan pemantauan melekat super ketat terhadap gerakan politik uang. Tidak hanya di masa tenang tapi sampai pada tahapan pelantikan calon terpilih.“Karena tidak menutup kemungkinan politik uang juga terjadi pascapencoblosan. Sebagai antisipasi, kami akan terus berupaya sosialisasi kepada masyarakat pemilih supaya turut serta menjaga wibawa, harkat dan martabat pemilu ini,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia