Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Polisi Amankan Mobil Bawa Rp 355,55 Juta Diduga Money Politics

17 April 2019, 06: 19: 46 WIB | editor : Wijayanto

MENGAKU UANG SAKSI: Suasana pemeriksaan pembawa uang yang diduga untuk politik uang di Ruang Sidang, Bawaslu Surabaya, Selasa (16/4).

MENGAKU UANG SAKSI: Suasana pemeriksaan pembawa uang yang diduga untuk politik uang di Ruang Sidang, Bawaslu Surabaya, Selasa (16/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Anggota polisi dari Polsek Gayungan berhasil mengamankan dua buah mobil yang membawa uang diduga sebagai alat money politics jelang pemilu hari ini (17/4). Tak main-main, kedua mobil itu membawa uang total Rp 355,55 juta.

Polisi menghentikan dua mobil itu saat melintas di Jalan Gayungsari Surabaya, Senin malam (15/4) sekitar pukul 23.30. Dua mobil tersebut dihentikan polisi lantaran curiga karena berusaha menghindar dari patroli. Setelah dihentikan, polisi mendapati uang senilai ratusan juta rupiah dari kedua mobil tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, saat itu, anggota polsek Gayungan sedang melakukan patroli. Patroli dilakukan khusus oleh Tim Saber Money Politics dari Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kemudian saat melintas di Jalan Gayungsari, polisi mendapati dua mobil.

Gelagat dua mobil itu mencurigakan. Sebab setelah mengetahui adanya polisi, mobil berhenti dan langsung putar balik. Mengetahui hal itu, polisi mengejar dan menghentikan dua mobil tersebut. Setelah digeledah ditemukan dua koper uang senilai ratusan juta rupiah dari kedua mobil tersebut.

"Nilainya Rp 253 juta dan Rp 102,550 juta," ungkap AKBP Sudamiran, Selasa (16/4). Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, dua mobil itu diamankan berserta dua pengemudinya. Hanya saja, belakangan diketahui satu pengemudi adalah driver taksi online yang diminta pengemudi mobil lain untuk membawa uang tersebut. 

"Setelah itu, mereka kami serahkan ke pemeriksaan lanjutan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu)," terangnya.

Sudamiran menambahkan, pihaknya belum bisa menentukan status temuan tersebut. Apakah uang itu akan digunakan untuk money politics jelang pemilu atau bukan. Hal itu bukan wewenangnya. Semua proses penyelidikan dilakukan oleh tim Gakkumdu. "Silahkan konfirmasi ke sana untuk hasil penyelidikannya," tandasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, Satgas Saber Money Politics memang berperan menjaga pelaksanaan kegiatan pemilu yang aman jujur dan adil tanpa money politics. Kalau ada temuan adanya dugaan money politics, akan ditindaklanjuti. Namun tahapannya tetap melalui Sentra Gakkumdu karena ada hubungannya dengan Undang-undang Pemilu.

"Kami hanya melakukan langkah antisipasi dan penanganan awal. Setelah itu akan ditangani Gakkumdu," ujarnya singkat. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia