Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Harga CPO Anjlok, Penerimaan Bea Keluar Turun

16 April 2019, 23: 40: 09 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Penerimaan bea keluar dari sektor crude palm oil (CPO) Sawit pada triwulan I/2019 turun 30 persen. Penurunan itu dipicu anjloknya harga CPO sejak akhir 2018 lalu. 

Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Gresik, Indra Gautama Sukiman mengakui, periode Januari-Maret  2019 penerimaan pajak bea keluar hanya tercapai Rp 1,04 miliar.

Jumlah itu setara 29 persen dari target yang dicanangkan tahun ini. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka ini mengalami penurunan hingga 30 persen lebih.

“Pada Triwulan I/2018 total penerimaan kami dari sektor bea keluar tercapai sekitar Rp 1,3 miliar. Sementara tahun ini hanya Rp 1,04 miliar,” ujarnya.

Dikatakan, penurunan bea keluar ini, disebabkan turunnya harga CPO dunia. Ini membuat beberapa industri penghasil CPO di Gresik menahan aktivitas ekspornya sambil menunggu harga stabil.

“Untuk periode kali ini, seluruh penerimaan bea keluar kami berasal dari PT Wilmar Nabati Indonesia. Sementara dua indsutri lain seperti PT BEST dan PT KIAS memilih menahan aktivitas ekspornya,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager Produksi PT KIAS, Andreas Jonathan menuturkan, sambil menunggu harga CPO stabil pihaknya memilih untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

“Sementara kami fokus memenuhi permintaan dalam negeri dulu. Apalagi saat ini mau puasa, jadi permintaan pasti akan meningkat,” kata Andreas.

Terpisah, Manager Humas dan SDM PT Wilmar Nabati Indonesia, Hartono Subeki mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan ekspor CPO karena sudah terikat kontrak dengan beberapa industri pengolah CPO di luar negeri.  

“Mau tidak mau, kami harus ekspor. Sebab kami sudah punya pasar dan pelanggan tetap di sana. Meskipun saat ini harga CPO dunia sedang kurang bersahabat,” kata Hartono. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia