Jumat, 24 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Korban Marah Tak Dibayar usai ML, Tak Muat di Koper Kepala Dipenggal

16 April 2019, 14: 46: 25 WIB | editor : Wijayanto

MENANGIS: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan Blitar yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (15/4).

MENANGIS: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan Blitar yang berhasil diamankan di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (15/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Tersangka Aris Sugianto, 34, dan Ajiz Prakoso, 23, mengaku menyesal telah membunuh korban, Budi Hartanto dengan sadis. Aris bahkan sempat menangis saat dirilis di depan awak media di Mapolda Jatim.

Aris juga mengungkapkan permintaan maafnya ke keluarga korban. "Saya menyesal membunuh korban. Saya minta ampun untuk semua keluarga korban," ujar Aris sambil menangis.

Menurutnya, aksi kejinya itu dilakukan dengan spontan. Awalnya, korban dan tersangka telah bertemu di warung Jalan Surya nomor 272, Sambi, Ringinrejo, Kediri.

Di warung tersebut, korban dan Aris terlibat hubungan badan sesama jenis. Setelah berhubungan badan, korban meminta uang kepada tersangka. "Korban meminta uang Rp 100 ribu, tapi tidak dikasih," ungkap Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto.

Setelah itu, korban mengamuk dan memaki-maki tersangka Aris. Mendengar percekcokan itu, Ajiz yang saat itu juga berada di warung, menegur korban dan mencoba melerai.

Tak terima ditegur, korban malah menampar pipi Ajiz. Selanjutnya, Ajiz membalas dan menampar korban. Korban yang emosi lalu mengambil parang yang tergeletak di warung dan menyabetkan ke Ajiz. 

Ajiz kemudian menangkisnya. Dia juga berhasil merebut parang dari tangan korban. Karena sudah emosi, Ajiz membacok punggung, tangan dan leher korban. Korban pun meninggal dunia. 

Setelah meninggal, tersangka Aris mengambil koper dari rumahnya. Koper tersebut lalu digunakan untuk membuang jasad korban. "Saat akan dimasukkan ke koper, mayat tidak muat. Sehingga kepala korban dipotong berdua," tambah Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setyono, didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Leonard Sinambela. 

Bagian kepala oleh tersangka dibuang di sungai kawasan Ploso Kerep, Bleber, Kraas, Kediri. Sementara mayat dalam koper dibuang di bawah jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar. 

Menurut Gupuh, tersangka Aris mengaku sudah berhubungan badan dengan korban sebanyak empat kali. Tiga kali dilakukan di rumah tersangka Aris. Sementara, yang keempat dilakukan di warung tersangka. "Sekali berhubungan badan membayar Rp 100 ribu," katanya. 

Dia menyebutkan, jika hubungan korban dan tersangka tidak suka sama suka. Namun karena motivasi uang. "Tersangka kenal dengan korban melalui aplikasi Hornet (khusus gay) sejak Juli tahun 2018," jelasnya. 

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti parang, motor Yamaha Mio Soul nopol AG 3684 EV, motor Honda Scoopy nopol AG 6072 AX, koper, plastik pembungkus kepala, dan dua buah handphone (HP). “Dua tersangka ini terancam hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara,” ujarnya. (rus/vga)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia