Rabu, 22 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dicekoki Miras, Siswi SMP Digilir Lima ABG

16 April 2019, 13: 30: 55 WIB | editor : Wijayanto

EFEK MIRAS: Tersangka Rendi Fedrianto (baju tahanan merah) diamankan di Polrestabes Surabaya.

EFEK MIRAS: Tersangka Rendi Fedrianto (baju tahanan merah) diamankan di Polrestabes Surabaya. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Menuruti kenikmatan sesaat menyeret Rendi Fedrianto, 26, ke penjara. Pemuda yang kos di Jalan Simorejo Gang 23 Nomor 8, Surabaya ini ditangkap polisi setelah menyetubuhi Mawar, 14. Sebelum disetubuhi, gadis SMP itu terlebih dahulu dicekoki miras. Persetubuhan itu sendiri terjadi di sebuah kos di kawasan Jalan Simo Kalangan, Surabaya.

Rendi bukanlah satu-satunya tersangka dalam kasus tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, karyawan katering tersebut menyetubuhi korban bersama empat temannya. Dua tersangka lain, AAP, 14, dan MIS, 14, sudah ditangkap. Sedangkan dua pelaku lain masih dalam pengejaran. 

"Dua tersangka masih dibawah umur. Sehingga kami tak hadirkan. Proses hukum tetap berjalan. Saat ini mereka kami titipkan di shelter khusus anak," ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Ruth mengatakan, persetubuhan itu berawal saat korban diajak pacarnya berinisial RZ untuk bolos sekolah. Setelah itu, korban dibawa ke kos salah satu tersangka di kawasan Simo Kalangan.

Saat tiba di dalam kamar kos tersebut sudah ada dua pelaku lain. Awalnya mereka hanya ngumpul biasa. Lantas, pacar korban mengajak korban untuk bersetubuh. "Jadi, pertama yang menyetubuhi korban adalah pacarnya sendiri," terangnya.

Setelah itu, tersangka Rendi, AAP, dan MIS datang ke kos itu. Kali ini mereka menggelar pesta miras. Mereka minum alkohol penyembuh luka dicampur dengan minuman suplemen.

Awalnya mereka hanya menenggak minuman itu secara bergiliran. Lalu, dalam keadaan setengah mabuk, mereka mencekoki korban hingga mabuk. "Saat itulah, korban digilir oleh lima pemuda itu," terang perwira dengan tiga balok di pundak itu. 

Rendi mendapat giliran kedua, setelah AAP. Bahkan, karena ketagihan, bujangan ini imbuh dua kali menyetubuhi korban yang dalam kondisi setengah sadar.

Aksi persetubuhan dilakukan bergiliran dari pagi hingga sore hari. Setelah itu korban pulang. "Korban pulang dalam keadaan pucat dan acak-acakan. Hal ini membuat ayah korban curiga," paparnya.

Awalnya korban tak mengakui jika ia menjadi korban persetubuhan. Namun, ayahnya yang tegas memaksanya untuk terbuka. Saat itulah korban mengaku.

Tak terima, orang tua korban lantas melaporkan kasus ini ke polisi. "Kami tindak lanjuti hingga berhasil menangkap tiga pelaku," pungkas mantan Panit Reskrim Polsek Wonokromo ini.

Kepada polisi, Rendi mengaku baru sekali melakukan persetubuhan itu. Ia mengaku saat itu terbawa suasana. Sebab, dalam kondisi mabuk, dia melihat tubuh sintal korban.

Selain itu, ia juga berfantasi setelah pacar korban bercerita usai bersetubuh dengan korban. "Saya khilaf dan menyesal. Saat itu saya dalam kondisi setengah mabuk," ungkap Rendi. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia