Senin, 27 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

UKM Gresik Didorong Bisa Ekspor Produk

16 April 2019, 13: 17: 00 WIB | editor : Wijayanto

PRODUKTIF: Para UKM memperkenalkan produk kepada kepala Diskoperindag.

PRODUKTIF: Para UKM memperkenalkan produk kepada kepala Diskoperindag. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

GRESIK – Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik mendorong UKM di Gresik untuk bisa ekspor produk  baik dalam maupun luar negeri. Salah satu caranya bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Nasional (DJPEN) yang berada di Dirjen Pengembangan Perdagangan Republik Indonesia (RI).

Kepala Diskoperindag Agus Budiono mengatakan pelatihan ekspor dan kewirausahan untuk para pelaku usaha kecil dan menengah (UMK) Gresik. “Harapannya, mereka bisa memahami potensi dan tren produk di pasar ekspor. Juga paham standar mutu produk sehingga semua UKM bisa berdaya saing, “kata “Agus.

Dalam pelatihan itu, 60 peserta hadir.  Mereka berasal dari pelaku UMK produk minuman dan makanan (mamin) dan produk produksi. Pelaku UMK mendengarkan 9 materi yang harus dikuasai ketika ekspor. Diantaranya, bisnis ekspor, identifikasi potensi internal, indentifikasi potensi pasar ekspor, latihan analisis swot, pengembangan/adaptasi produk ekspor, biaya dan harga untuk ekspor, latihan kalkulasi harga ekspor, mencari pembeli dan pengalaman ekspor.

Kasi Perdangan Luar Negeri dan Dalam Negeri Diskoperindag Gresik Sunik mengatakan pelatihan itu diharapkan membantu pelaku UKM untuk bisa mengekspor barang ke luar negeri dengan skala yang yang mulanya sedikit, kemudian menjadi besar.

“Kami berharap UKM bisa memanfaatkan produk yang dibutuhkan di luar negeri sehingga bisa membaca kebutuhan produk yang ada di luar negeri. Mereka melakukan kegiatan pameran, serta mengikuti seminar tingkat nasional dan juga memperluas jaringan, “jelasnya.

Yang pasti para UMK berusaha menambah ilmu tentang produk yang dimiliki. Biasanya, mereka mencari peluang untuk bisa mengekspor tentang produknya. “Kami berharap dengan pelatihan ini bisa memberikan manfaat untuk para UKM, agar bisa mengekspor barang keluar Negeri,“ tutup dia.

Saat ini, Diskoperindag sudah mendata jumlah koperasi di Gresik. Rinciannya, untuk kperasi berbadan hukum 1.374 unit, usaha mikro 170.555 unit, industri skala mikro 5.469 unit, kecil 1.498 unit dan menengah 119 unit. “untuk eksportir di Kabupaten Gresik sudah mencapai 110 eksportir,” ungkapnya. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia