Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Investor Berburu Lahan di Gresik untuk Kawasan Industri

16 April 2019, 13: 12: 55 WIB | editor : Wijayanto

HOT PROSPECT: Investor dari luar Gresik kini berburu lahan untuk dijadikan kawasan industri.

HOT PROSPECT: Investor dari luar Gresik kini berburu lahan untuk dijadikan kawasan industri. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sejumlah investor terus melirik Gresik sebagai tempat investasi mereka. Salahsatunya investor yang akan membuka kawasan industri. Mereka siap menanamkan modal besar untuk mendapatkan lahan yang strategis.

Kepala Bidang Pengembangan Iklim Promosi dan Data Investasi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPM-PTSP) Gresik, Purwati Cahyoningrum mengatakan, sejak awal 2019 ada beberapa investor yang tertarik membangun kawasan industri di Gresik. Rata-rata para pengembang tersebut ingin mendirikan kawasan seluas 10 hektar hingga 20 hektar.

“Semuanya pengembang nasional. Rata-rata mereka mencari lahan yang dekat dengan tol dan pelabuhan. Wilayah cerme menjadi sasaran. Namun karena lahan yang terbatas mereka akhirnya masih mencari alternatif lain,” ujarnya.

Dikatakan, terbatasnya lahan yang ada dikarenakan wilayah Cerme mayoritas berstatus lahan produktif untuk pertanian dan tambak. Mereka harus merubah Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RT/RW).

“Bisa dikatakan untuk membangun kawasan industri saat ini lahan Gresik sudah sempit. Di sisi lain lahan yang ada di kawasan industri existing masih banyak yang belum terjual,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data DPM-PTSP hingga triwulan I/2019 sudah ada 7 pengembang yang mengajukan diri untuk mendirikan kawasan industri di Gresik. Sebagian besar lahan yang itu berada di wilayah Gresik Selatan. “Driyorejo, Wringinanom dan Kedamean masih menjadi lokasi pilihan (investor, Red),” tandasnya.

Ditempat tepisah, Asisten Sales Manager Kawasan Industri Gresik, Bayu Abriyanto mengakui, pada tahun ini prospek bisnis di kawasan industri menunjukkan peningkatan positif. Namun demikian pihaknya saat ini hanya bisa menjadi penonton saja lantaran lahan yang dimiliki sudah sold out.

“Lahan industri yang kami miliki saat ini sudah habis. Kami hanya menyewakan beberapa gudang saja. Kami optimis bisnis ini juga akan tumbuh sejalan dengan kebutuhan lahan industri yang semakin terbatas,” ujarnya.

Dikatakan, KIG sendiri saat ini sedang menginvestasikan sejumlah modal untuk mengembangkan kawasan industri di luar Gresik. Hal ini dipilih karena lahan yang ada di Gresik sudah semakin mahal.  “Kami fokus menjual lahan industri di Lamongan. Di wilayah ini supply lahan industri masih terbilang minim,” katanya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia