Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Terintimidasi Istri Lebih Tua 7 Tahun, 7 Tahun Bercinta dengan Sabun

16 April 2019, 13: 00: 06 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sebagai pria normal, tentu saja Donwori, 30, ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya dengan baik. Toh, ia juga punya istri. Namun, ia harus gigit jari karena Karin, 37, semakin enggan disentuh dari tahun ke tahun.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Keengganan Karin ini tentu saja menyiksa. Karena usia antara Karin dan Donwori yang terpaut lumayan jauh. Karin yang tujuh tahun lebih tua, membuat Donwori sama sekali tidak berkutik. Dari mental dan fisik, Donwori terintimidasi.

"(Karin, Red) luweh tuwo, dadine aku gak direken lek njaluk-njaluk ngunu,” cerita pria malang ini dalam sesi ngobrol para lelaki, di sebuah warung yang terletak di depan Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu.

Donwori sendiri tak habis pikir dengan istrinya. Dia heran, apa iya sudah jadi pasangan tetapi tidak ada hasrat sama sekali. Sebaliknya, alasan Karin dari tahun ke tahun sama, sakit.

Sempat suatu saat Donwori mengantarkan Karin periksa, namun tidak ada masalah apa-apa pada organ intim istrinya itu. Malah ia dapat statement yang ‘harusnya’ membuat ibu satu anak ini sadar. "Doktere ngomong, lek jarang digawe, tambah loro pas berhubungan soale mundak sempit," lanjut Donwori, diikuti tawa para lelaki lain yang mengitarinya.

Bahkan, selama tujuh tahun terakhir, Donwori bisa menghitung berapa kali ia melakukan hubungan suami istri. Lalu, apakah Donwori diam saja? Oh tentu tidak. Terkadang ia memaksa juga. Yang bisa menghasilkan dua kemungkinan. Kalau tidak Karin menurutinya dengan terpaksa atau kena semprot istri. Untuk yang kedua ini, efeknya panjang. Bisa didiamkan berhari-hari atau tidur di teras.

"Halah..., ojok ngomong kon gak njajan," selidik salah satu lawan bicaranya yang langsung dijawab spontan oleh Donwori, "Oraaaaa lah. Awak dewe iki lanang apik-apik."

Sebagai sales promotion boy biasa dengan anak yang masih kecil, Donwori tak punya uang yang cukup untuk membayar PSK. Pun dia eman juga. Ujung-ujungnya, dia selalu menyalurkan hasrat seksualnya ke sabun.

"Saking aku semremet, tau aku nyabun nok ngarepe bojoku. Pikirku dekne cek terangsang apa mesakno. Orai, tetep ae cuek," lanjutnya tanpa malu. Kali ini dikuti tawa beberapa pendengar yang semakin terpingkal-pingkal. Bahkan penjaga warung pun ikut tertawa miris.

Tak jarang juga, Donwori mencuri pakaian dalam bekas pakai Karin untuk pendorong self service-nya. Tentu tanpa sepengetahuan Karin. Karena kalau tidak, ia semakin dianggap pria aneh oleh istrinya.

Perasaan kesal yang terus menerus ditimpuk akibat sikap Karin inilah yang akhirnya mendorong Donwori untuk menggugat cerai. "Kudune bojo lak melayani suami ya. Lha iki koyok ngene, sopo sing tahan," pungkasnya. Kali ini ia mendapat tepukan punggung menguatkan dari jamaah warung. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia