Senin, 26 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sepasang Kekasih Pencuri Emas Nyaru Pembantu Ditangkap di Pasuruan

15 April 2019, 18: 43: 57 WIB | editor : Wijayanto

SEPASANG KEKASIH: M Samsul Arifun Zuhri dan Riska Nungki Ratih.

SEPASANG KEKASIH: M Samsul Arifun Zuhri dan Riska Nungki Ratih. (ISTIMEWA)

Share this      

Surabaya - Dua pekan melakukan pengejaran, tim Unit Reskrim Polsek Genteng berhasil meringkus pelaku pencurian perhiasan emas. Pelaku merupakan pasangan kekasih yang diketahui bernama Riska Nungki Ratih, 24, warga Jalan Tempel Sukerejo 5 Nomor 28 B, Surabaya, dan M Samsul Arifun Zuhri, 23, yang ber-KTP di Jalan Jenderal Suparman Panggungrejo, Pasuruan.

Mereka diburu setelah mencuri perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah di rumah Ferdinand Sutanto, 36, warga Jalan Kalianyar 21 G, RT 4 RW 12, Genteng, Surabaya, pertengahan Maret lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua tersangka ditangkap di sebuah kos di kawasan Pasuruan. Saat itu mereka juga hendak mencari sasaran.

Dalam menjalankan aksinya, pasangan muda ini datang ke rumah korban untuk melamar pekerjaan. Sebab sebelumnya korban memang menyebar pengumumuan sedang membutuhkan pembantu rumah tangga. Setelah diperiksa identitas keduanya, korban pun percaya dan menyerahkan rumah korban untuk diurus.

Setelah beberapa lama bekerja, mereka menjalankan tugas seperti biasanya. Namun di balik itu, mereka mencari kelengahan korban untuk mencari tempat penyimpanan barang berharga. Salah satunya perhiasan. Sehingga ketika korban lengah, mereka bisa langsung beraksi mengambilnya dan dibawa kabur.

Sebelumnya di rumah Ferdinand, dua pelaku mencuri perhiasan emas senilai Rp 40 juta. Tak hanya itu, menurut keterangan korban saat dimintai keterangan di kepolisian, dua pelaku juga sempat hendak menculik anaknya yang masih berumur tujuh tahun. Bahkan, mereka juga sempat mengancam pembantu lain di rumah tersebut untuk membawa kabur anaknya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Genteng Kompol Ari Trestiawan membenarkan penangkapan pelaku. Hanya saja, dia masih enggan menjelaskan secara detail proses penangkapan dan sepak terjang pelaku lantaran masih dalam proses penyelidikan. Apalagi, KTP yang diduga alamat pelaku ternyata palsu. "Kami masih dalami modus para pelaku. Khususnya darimana mereka mendapatkan KTP palsu itu," ungkap Ari Trestiawan, Senin (15/4). (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia