Minggu, 26 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jelang Deadline, 601 CJH Surabaya Belum Lunasi BPIH

14 April 2019, 10: 25: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ilustrasi

ilustrasi (net)

GAYUNGAN-Tenggat pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440 Hijriah tahap pertama tinggal satu hari lagi. Hingga kemarin masih ada 601 calon jamaah haji (CJH)  Kota Surabaya yang belum lunas.

"Total yang akan berangkat 2.509 CJH dari Kota Surabaya. Yang sudah melakukan pelunasan baru 1908 CJH," kata Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Surabaya Subai.

Subai menambahkan, pelunasan BPIH ini ada dua tahap untuk tahap pertama. Mulai 19 Maret sampai dengan 15 April. Lalu tahap kedua mulai 30 April sampai dengan 10 Mei. “Untuk pelunasan bisa dilakukan di bank awal melakukan setoran pendaftaran haji,“ imbuhnya. 

Para CJH juga dapat melakukan pembayaran dengan sistem non teller melalui internet banking dan mobile banking di Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Mega Syariah. Bisa melalui ATM di Bank Muamalat.  

Setelah melakukan pembayaran BPIH, CJH wajib menyerahkan pencetakan bukti setoran lunas ke kantor Kemenang Surabaya. "Lalu, CJH melapor ke Kemenang Surabaya dengan menyerahkan copy bukti pembayaran non teller dan membawa pas poto ukuran 3 x 4 sebanyak 10 lembar,” jelasnya. Bukti setoran lunas diserahkan ke CJH setelah ditempel foto dan ditandatanggani CJH. 

Subai menjelaskan, pelunasan BPIH reguler dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama bagi CJH yang telah melakukan pelunasan BPIH tahun 2018 atau tahun sebelumnya yang menunda keberangkatan. Lalu yang masuk dalam kuota haji tahun ini yang belum pernah berhaji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah.

Sedangkan tahap kedua dilakukan pelunasan jika pada pelunasan tahap pertama masih ada sisa kuota. Ini diperuntukkan untuk CJH yang mengalami kegagalan sistem pada pelunasan BPIH tahap pertama.

“Bisa juga untuk pengajuan pendamping JCH yang lanjut usia minimal 75 tahun yang telah melunasai BPIH tahap pertama. Berlaku juga bagi penggabungan jika ada suami, istri, anak kandung, orang tua yang terpisah dan salah satunya telah melunasi di tahap pertama,” katanya. (rmt/rek)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia