Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Musim Hujan, Pelanggan PDAM di Driyorejo Keluhkan Pasokan Air

13 April 2019, 14: 46: 02 WIB | editor : Wijayanto

MAMPET: Air PDAM tak mengalir di musim hujan di wilayah Duduk Sampeyan.

MAMPET: Air PDAM tak mengalir di musim hujan di wilayah Duduk Sampeyan. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Ratusan pelanggan PDAM Gresik mengeluhkan mampetnya air sejak beberapa hari terakhir. Bahkan pelanggan di Kecamatan Duduksampeyan mengaku sejak pertengahan Maret lalu air sudah tidak mancur lagi dari kran rumah mereka.

Mereka berharap manajemen PDAM membenahi distribusi air bersih agar merata dinikmati seluruh pelanggan. Sebab, krisis air di musim penghujan dinilai aneh dan janggal.

Menurut Romdhoni, warga Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, dia dan warga sekitar rumahnya terpaksa membeli air bersih melalui jasa mobil tangki. Harganya cukup mahal  yakni antara Rp 135.000 pertangki isi 5.000 liter. “Saya harus membayar tagihan PDAM sekaligus membeli air melalui jasa tangki. Jadi pengeluarannya dobel,” ungkapnya.

Dikatakan, dia telah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke kantor PDAM. Baik melalui layanan telepon keluhan pelanggan serta datang lansung ke Kantor PDAM. Namun, dia hanya dijanjikan janji perbaikan tanpa kejelasan hingga saat ini.

Romdhoni.menjelaskan, sumur-sumur air milik warga sudah banyak yang ditutup karena selain airnya payau, selama ini layanan air PDAM lancar. Untuk menyiasati situasi ini, kata Romdhoni, warga menampung air hujan menggunakan wadah seadanya untuk keperluan sehari-hari sepert masak dan mencuci.

“Kemampuan menampung air hujan sangat terbatas. Jika jeda hujan agak lama, ya harus beli air dari mobil tangki,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PDAM Gresik, Harisun menjelaskan penyebab terganggunya layanan karena berkurangnya pasokan debit air. Kekurangan itu terjadi secara tiba-tiba.

Pihaknya sedang mencari titik-titik kebocoran tersebut. “Kami masih mencari titik-titik kebocoran di daerah Legundi dan titik lainnya,” ungkapnya.

Sebagai alternatif, Harisun mencoba melakukan rekayasa pipa agar tekanan air bisa lebih kuat melalui proses pelurusan pipa di Desa Ambeng-Ambeng. Berdasarkan hasil penelusuran di kotak pengaduan online pada layanan konsumen PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik, warga yang mengadukan buruknya layanan PDAM berasal dari beberapa kecamatan seperti Duduksampeyan, Menganti, Cerme, Kebomas, Manyar dan kecamatan Kota. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia