Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Pindah Pilih Ada 347 Orang, Angka Golput Diprediksi Turun

13 April 2019, 14: 16: 48 WIB | editor : Wijayanto

SOSIALISASI: Ketua KPU Sidoarjo, Mokhammad Zainal Abidin memeragakan cara pencoblosan.

SOSIALISASI: Ketua KPU Sidoarjo, Mokhammad Zainal Abidin memeragakan cara pencoblosan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo telah mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Perpanjangan yang telah ditutup pada 10 April lalu. Tercatat jumlah pemilih yang pindah pilih di Sidoarjo ada 347 pemilih.

Berdasarkan himbauan dari Mahkamah Konstitusi bahwa ada empat golongan yang bisa mengurus pindah pilih perpanjangan ini, mereka adalah para tahanan, korban bencana alam, sakit, dan menjalankan tugas pekerjaan. “Sehingga yang diproses hanya golongan tersebut. Dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi terkait yang menyatakan bahwa benar pemilih sesuai kriteria yang disebutkan,” jelas Ketua KPU Sidoarjo, Mokhammad Zainal Abidin.

Pada pemilu 17 April mendatang, Sidoarjo punya 5.592 TPS, 5.579 TPS utama dan 13 TPS tambahan. DPTb juga terdata di Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) 266 pemilih, Lapas Porong, Medaeng dan Lapas Magersari  total DPTb mencapai 1.979 pemilih, RSUD Sidoarjo 132 pemilih, Syiah Jemundo dengan 218 pemilih. Saat ini total DPTb mencapai 5.006 orang. Dari data DPTb H-30 Sidoarjo sudah ketambahan 4.659 pemilih masuk dan sekitar 3000 orang yang mengajukan pindah keluar dari Sidoarjo.

Disinggung terkait apakah DPTb ini berpengaruh terhadap ketersediaan suarat suara. Berikut keterangan Zainal. “Sangat berpengaruh pada jumlah surat suara. Kita sempat khawatir. Tapi tetap optimis semua bisa terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, dalam pemilu tahun ini Zainal menargetkan angka golput turun. Dari perhitungan KPU, persentasenya mencapai 22,5 persen atau sekitar 300 ribu. Libur panjang menjadi alasan warga untuk tidak mencoblos.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah menelaah angka partisipasi pemilu. Jumlahnya diprediksi naik 7,5 persen. Dibandingkan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) empat tahun lalu. "Pilkada persentasenya 70 persen," ujarnya.

Menurut Zainal, kenaikan pemilih itu disebabkan sejumlah faktor. Yang pertama yaitu faktor persaingan. Dalam pemilu tahun ini, kontestasi pasangan 01 dan 02 sangat ketat. Keduanya mengandalkan program yang menyentuh langsung pada warga. Ditambah lagi saat ini banyak alat kampanye seperti sosmed turut meningkatkan partisipasi pemilih.

Selain itu, pemerintah membuka lebar kesempatan bagi pemilih yang pindah daerah pemilihan. Yakni dengan menggunakan formulir A5. Hasil rekapitulasi KPU jumlah pengajuan pemilih yang masuk di Sidoarjo mencapai 5006 orang. "Itu menujukkan tingkat antusiasme warga," jelasnya.

Namun, KPU harus membuat langkah antisipasi. Pasalnya setelah pemilu, terdapat tiga hari libur. Yakni Jumat tanggal 19 April hari wafatnya Yesus Kristus ditambah hari libur Sabtu (20/4) dan Minggu (21/4). Tiga hari libur itu kemungkinan bisa memicu warga enggan mencoblos. Namun lebih memilih berlibur. (rpp/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia