Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Kena Serangan Jantung, Kajari Sidoarjo Budi Handaka Berpulang

13 April 2019, 14: 14: 44 WIB | editor : Wijayanto

DIBAWA KE JAKARTA: Para rekan almarhum dan pejabat kejari Sidoarjo mengantar jenazah yang diberangkatkan ke rumahnya di Jakarta.

DIBAWA KE JAKARTA: Para rekan almarhum dan pejabat kejari Sidoarjo mengantar jenazah yang diberangkatkan ke rumahnya di Jakarta. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Isak tangis dari para pegawai dan jaksa melepas keberangkatan jenazah Budi Handaka, di halaman kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jumat (12/4) pagi. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo itu diberangkatkan untuk disemayamkan di  dekat rumahnya di Jalan Raya Condet, Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Budi Handaka dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (11/4) sekitar pukul 22.00. Penyebab kematian diduga karena serangan jantung yang dialaminya saat ini. “Pak Kajari mendadak drop saat berada di rumah dinas, dan kemudian dilarikan ke RSUD Sidoarjo,” sebut Kasi Pidum Kejari Sidoarjo Haryono.

Setibanya di rumah sakit, tim dokter telah memastikan jika Budi Handaka telah meninggal dunia. Malam itu juga, para pejabat di linkungan Pemerintah Sidoarjo seperti Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dan sejumlah pejabat lain langsung takziah ke rumah dinas.

Secara seremonial, Jumat pagi jenazah Jaksa humanis asal Gunung Kidul itu diberangkatkan dari Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Isak tangis dari para pegawai dan jaksa mewarnai kepergian jenazah bapak tiga anak itu.

Etik Susanti, istri Budi Handaka juga terus meneteskan air mata seakan tidak percaya bahwa suami tercintanya telah tiada. Budi Handaka pergi meninggalkan tiga anak, yaitu Kevin Adhyaksa, Kaka Adhyaksa, serta Maharani Dewi Adhyaksa.

Sejumlah pihak menyebut beberapa hari terakhir Budi Handaka memang sedang sakit. Namun dia tidak menjalani perawatan di rumah sakit. Hari Kamis, seharusnya Budi Handaka juga ada agenda rapat di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Namun dia tidak datang dan diwakilkan salah satu Kasi karena kondisinya yang sakit.

Di bawah kepemimpinan Budi Handaka, Kejari Sidoarjo pernah mendapatkan prestasi dengan predikat Kejari dengan peringkat tertinggi pengungkapan kasus korupsi di Indonesia. Salah satunya, berhasil mengungkap kasus buronan mafia bola Vigit Waluyo.

Selain itu, Kejari Sidoarjo juga tengah berkomitmen untuk mendapatkan predikan Zona Integritas menuju wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM). (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia