Jumat, 24 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pelayanan MPP Ditambah, 4 OPD Buka Layanan Bulan Depan

12 April 2019, 17: 19: 49 WIB | editor : Wijayanto

TAMBAH SIBUK: Pelayanan di Mal Pelayanan Publik Sidoarjo.

TAMBAH SIBUK: Pelayanan di Mal Pelayanan Publik Sidoarjo. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Jenis layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) akan ditambah mulai bulan depan. Pemkab mewajibkan seluruh dinas membuka pelayanan di gedung yang berada di Jalan Veteran tersebut.

Penambahan tersebut ditujukan untuk memudahkan layanan kepada masyarakat. Total ada empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan membuka layanan di MPP. Yakni Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Pengelola MPP Ari Suryono menjelaskan, pembangunan MPP dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Semua pelayanan harus berada dalam satu tempat. Sehingga masyarakat bisa menuntaskan keperluannya di satu tempat. "Waktunya juga lebih cepat," katanya.

Setelah evaluasi yang dilakukan pemkab, ada beberapa OPD yang belum diakomodir di MPP. Seperti pelayanan izin lokasi di Dinas Perkim CKTR. Warga yang mengajukan harus datang ke kantor Dinas Perkim CKTR. Begitu juga dengan izin analisis dampak lalu-lintas (Andalalin) yang pengajuannya harus ke kantor Dishub.

Untuk pelayanan dinkes yaitu penerbitan izin mendirikan apotek dan peredaran obat. Sedangkan DLHK izin penanganan limbah. Ketika tidak jadi satu menyulitkan warga. Sebab harus pindah-pindah tempat ketika mengurus izin.

Ari menambahkan, penambahan layanan baru di MPP itu akan meningkatkan kinerja. Penerbitan izin semakin cepat. "Karena petugas ada di satu tempat. Sehingga koordinasi cepat," jelasnya.

Empat layanan baru itu nantinya ditempatkan di sisi selatan bangunan. Berdekatan dengan kantor KUA dan pencatatan pernikahan.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Ahadi Yusuf mengatakan, pelayanan MPP akan dibenahi. Terutama antrian. Di dalam MPP, tidak boleh terlalu sesak. "Jangan sampai ada yang berdiri," ujarnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia