Jumat, 18 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

KPU Sidoarjo Rampungkan Distribusi Logistik Pilpres

12 April 2019, 17: 15: 34 WIB | editor : Wijayanto

Ketua KPU Sidoarjo M Zaenal Abidin

Ketua KPU Sidoarjo M Zaenal Abidin (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Distribusi logistik untuk pemilihan presiden (pilpres) akan rampung hari ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo mendistribusikan surat suara untuk pilpres ke dua kecamatan. Yakni Kecamatan Waru dan Taman.

Ketua KPU Sidoarjo M Zaenal Abidin mengatakan, pendistribusian logistik ke dua kecamatan tersebut merupakan pendistribusian yang terakhir kali untuk pilpres “Hari ini (kemarin, Red) kami distribusi ke 9 kecamatan,” katanya.

Selain distribusi untuk pilpres, hari ini KPU juga langsung melakukan pendistribusian untuk pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi. Sehingga dalam pendistribusian hari ini KPU melakukan untuk dua surat suara langsung.

“Kalau nggak gitu selesainya lama, sekarang tinggal beberapa hari saja,” terangnya. Dia menambahkan, pihaknya terus bergerak cepat dalam melakukan pendistribusian. Beberapa armada pengiriman juga ditambah.

Sementara itu, KPU juga telah memanggil seluruh pengurus partai. Pemanggilan itu dalam rangka mensosialisasikan bimbingan teknik (bimtek) format pelaporan dana kampanye.

Zaenal mengatakan, bahwa dalam 5 hari terakhir, jumlah pemohon untuk pindah pemilihan tahun ini dirasa cukup banyak. Namun begitu, beberapa masyarakat yang melakukan permohonan tersebut banyak yang tidak memenuhi syarat.

Hal itu lantaran pada tahap kedua proses pengurusan A5 tersebut hanya diperuntukkan untuk masyarakat dengan kategori khusus. “Ini kemarin banyak yang datang membeludak, tapi mereka seharusnya mengurus di tahap pertama,” terangnya

Dia menjelaskan, pengurusan A5 tahap pertama tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum. Namun pada tahap kedua tersebut diperuntukkan secara khusus yang termasuk ke dalam empat kategori.

Yakni keadaan tidak terduga di luar kemampuan dan kemauan pemilih karena sakit, tertimpa bencana alam, menjadi tahanan karena melakukan tindak pidana dan menjalankan tugas pada saat penmungutan suara. "Sedangkan yang datang itu justru tidak masuk ke dalam empat kategori itu,” tuturnya.

Meski begitu, Zaenal mengaku hal itu justru menjadi salah satu tanda bahwa tingkat pastisipasi pemilih meningkat. Namun dia khawatir jumlah surat suara tambahannya kurang. “Waktu tahap pertama itu sekitar empat ribu yang masuk, tapi yang keluar cuman tiga ribuan,” pungkasnya. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia