Rabu, 22 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pacari Anak Bos, Kuli Bangunan Ini Nekat Mencabuli dan Merekamnya

12 April 2019, 16: 20: 56 WIB | editor : Wijayanto

AJI MUMPUNG: Shobirin (tengah) yang dipolisikan oleh orangtua korban yang tak terima anaknya dicabuli.

AJI MUMPUNG: Shobirin (tengah) yang dipolisikan oleh orangtua korban yang tak terima anaknya dicabuli. (ISTIMEWA)

SURABAYA - M Shobirin, 27, bertindak asusila. Warga asal Jember yang tinggal di Dharmahusada Utara, Surabaya itu ditangkap setelah mencabuli Melati, 17, warga Surabaya. Parahnya lagi, tersangka meminta korban untuk merekam adegan persetubuhan itu.

Penangkapan Shobirin dilakukan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (8/4). Penangkapan itu berdasarkan laporan orang tua korban yang tak terima dengan perbuatan pelaku.

"Tersangka ditangkap di rumah bosnya yang tak lain adalah TKP persetubuhan itu," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Ruth mengungkapkan, saat ditangkap, tersangka sama sekali tak mengelak. Dia mengakui perbuatannya. Persetubuhan itu dilakukan lantaran ia tergoda dengan tubuh seksi korban.

Apalagi keduanya juga sudah kenal hingga berpacaran. "Tersangka mengaku sudah enam bulan berpacaran dengan korban," terangnya.

Namun, dia mengaku baru sekali mencabuli korban. Hanya saja, pada saat itu tersangka memaksa korban merekam hubungan intim itu dengan alasan untuk kenang-kenangan.

Meski korban sempat menolak, tersangka tetap memaksa. "Kami temukan rekaman hubungan intim itu di HP korban yang sudah dikirimkan kepada tersangka," tambah Ruth.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Wonokromo ini menambahkan, agar korban mau disetubuhi, kuli bangunan itu berjanji akan bertanggung jawab. Korban akhirnya menuruti permintaan tersangka saat diajak berhungan intim di rumah juragannya tersebut.

"Kebetulan di rumah tersebut sepi. Sebab masih dalam tahap renovasi," ungkap perwira dengan tiga balok di pundak itu. 

Sementara itu kepada polisi, Shobirin mengaku meminta korban untuk merekam persetubuhan itu agar dia tak berpaling darinya. "Hanya untuk pribadi, saya tak bermaksud jahat dengan korban," ungkapnya. (yua/vga)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia