Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Tambah Jogging Track dan Taman di Wiyung

12 April 2019, 16: 00: 07 WIB | editor : Wijayanto

DISULAP: Warga melintas di lokasi jogging track yang ada di sempadan sungai Jagir di kawasan Wonokromo.

DISULAP: Warga melintas di lokasi jogging track yang ada di sempadan sungai Jagir di kawasan Wonokromo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Dinas Kebersihan Dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya akan menambah joging track dan taman di wilayah barat, tepat di kawasan Wiyung. Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hendrik menjelaskan, penambahan joging track tersebut seiring adanya penambahan dua taman besar.

Pada saat ini, pengerjaan taman tersebut masih dalam tahap pelelangan dalam wakru dekat ini. Nantinya kedua taman tersebut tidak menggunakan sandal bekas dalam sebagai bahan joging track, saat ini pihaknya masih merencanakan desain dan bahan yang akan digunakan.

“Kalau pakai sandal bekas itu kan hanya untuk joging track yang ada di sepanjang bantaran sungai saja. Kalau ini nanti bahannya beda, tapi juga sama agak empuk biar enak buat jalannya,” jelas Hendrik.

Selain masih proses lelang, lahan yang akan digunakan sebagai taman di kawasan Wiyung, masih dilakukan pengurukan. Dalam waktu dekat taman yang diberi nama Taman Wiyung ini akan segera bisa dibangun. Selain di wilyah wiyung, rencananya ada enam taman besar sedang dalam proses pelelangan.

“Enam taman besar ini nanti juga dilengkapi joging track semua. Jadi Insya’allah bisa segera selesai dan tuntas tahun ini,” jelasnya.

Saat ini joging track di kota Pahlawan sudah banyak tersebar di beberapa taman besar lainnya. Diantaranya taman cahaya, Taman Keputih, Taman Keputran dan masih banyak lainnya. Semantara itu, Wali Kota Tri Rismaharini pernah mengatakan fungsi taman tersebut menjadi daya tarik warga luar kota Surabaya dan turis asing. Menurut Wali Kota perempuan pertama yang biasa di sapa Risma ini taman yang dibuat memiliki dampak positif bagi warganya.

“Sebetulnya ini (tujuan,Red) bukan untuk mempercantik, tapi bagaimana kemudian ada investasi yang kita keluarkan. Kita kan merawat taman ini, tapi bisa kemudian memberikan dampak positif ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau taman di kawasan Ngagel beberapa waktu lalu.

Dampak yang didapat dengan mengoptimalkan taman adalah bisa digunakan masyarakat untuk beraktifitas positif, seperti bersantai bersama keluarga ataupun berolahraga. Dampak positif lain, masyarakat bisa mempunyai usaha di sekitaran taman tersebut.

Menurutnya, banyak orang dari luar kota datang ke Surabaya dengan menggunakan sepeda angin. Mereka biasanya datang untuk Gowes, tapi terkadang juga hanya sekedar jalan-jalan di jogging track. Karena itu, ia kemudian mengarahkan jajarannya agar jogging track yang berada di sepanjang bibir sungai hingga arah Jembatan Ujung Galuh itu dipercantik.

“Karena itu kemudian kita siapkan fasilitas itu. Jadi mereka mungkin sekali datang ke Surabaya merasa enak, dia bisa ngajak teman-temannya yang lain,” pungkasnya. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia