Selasa, 17 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Curi Uang Tetangga Rp 105 Juta dan 3 HP, Maling Didor

11 April 2019, 09: 17: 50 WIB | editor : Wijayanto

DITEMBAK: Tersangka Muhammad Munib ditembak kakinya karena berusaha melawan saat ditangkap.

DITEMBAK: Tersangka Muhammad Munib ditembak kakinya karena berusaha melawan saat ditangkap. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Ulah nekat Muhammad Munib, 36, warga Dusun Tanjungrejo RT 03/RW 12, Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah tidak patut ditiru. Berdalih karena kebutuhan ekonomi, ia nekat mencuri uang tetangganya Rp 105,3 juta dan tiga buah handphone.

Akibat perbuatannya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini bakal mendekam di dalam penjara.

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal saat korban Mustaqim, 43, ketiduran saat menonton televisi di rumahnya. Saat terbangun, korban ingat uangnya dan mengambil tas selempang warna biru yang berisi uang Rp 105 juta di lemari pakaian. Namun ternyata tas tersebut sudah tidak ada.

Korban yang panik kemudian berusaha mencari tas tersebut di seluruh sudut rumahnya. Bukannya ketemu, ternyata tiga buah handphone miliknya yang sedang dicharge juga ikut raib.

Bukan hanya itu, dompet korban yang berada di kamar anaknya ternyata juga sudah tidak ada. Setelah melakukan pencarian cukup lama, korban menemukan adanya jejak kaki di teras depan rumah serta di dekat dek atap belakang rumahnya.

“Karena adanya jejak kaki tersebut, saya semakin yakin kalau itu pencurian. Makanya saya langsung melapor ke Polsek Ujungpangkah," ujar Mustaqim, Rabu (10/4).

Mendapat laporan dari korban, Polsek Ujungpangkah langsung bergerak. Dengan membentuk tim gabungan, polisi berhasil mengungkap pelaku pencurian di rumah korban. "Berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan anggota reskrim, target operasinya mengarah kepada tersangka Muhammad Munib,” ujar Kapolsek Ujungpangkah Imam Syafi’i.

Setelah mendapatkan bukti yang cukup, polisi kemudian mencari keberadaan pelaku. Hasilnya polisi berhasil membekuk pelaku yang saat itu sedang melintas di jalan raya. “Karena pelaku mencoba melawan, petugas terpaksa menembak kakinya dengan timah panas,” ungkap dia.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 363 KHUP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). "Setelah menjalani pemeriksaan tersangka kami tahan. Sedangkan barang bukti berupa uang dan ponsel kami sita," ujarnya.

Sementara itu, tersangka Muhammad Munib mengaku dirinya terpaksa mencuri uang dan ponsel karena kepepet kebutuhan sehari-hari. "Saya lagi butuh uang, terpaksa mencuri," ujarnya. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia