Kamis, 19 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Fotografer asal Prancis, Gambarkan Kehidupan Masyarakat lewat Foto

11 April 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

JEUNE CREATION: Fotografer asal Prancis Remi Decoster (kiri) menjelaskan salah satu fotonya yang mengangkat tentang perias pengantin asal Madura kepad

JEUNE CREATION: Fotografer asal Prancis Remi Decoster (kiri) menjelaskan salah satu fotonya yang mengangkat tentang perias pengantin asal Madura kepada pengunjung di Galeri House of Sampoerna Surabaya, Rabu (10/4). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

TAMAN SAMPOERNA- Kehidupan masyarakat di kota pesisir memang selalu menarik untuk diceritakan. Hal itu juga diakui oleh Errel Hemmer dan Remi Decoster. Setelah melakukan perjalanan panjang observasi dan pembauran dengan masyarakat sekitar, dua fotografer muda asal Prancis ini menggelar karya mereka bertajuk Jeune Creation (Karya Cipta Muda) di House of Sampoerna (HoS), Rabu (10/4). 

Erell Hemmer memberikan sentuhan unik dalam pameran fotonya kali ini. Selain memajang foto di dalam Galery Paviliun, ia juga memamerkan karya fotografinya melalui media peti kemas industrial yang diletakkan di halaman parkir HOS. Ini tak lepas dari tema yang diangkatnya berjudul Mengapa Ku Tak Sanggup Pergi ke Makam Ayah. 

Foto-foto hasil jepretannya diabadikan setelah kepergian ayah Errel yang dulunya berprofesi sebagai kapten kapal. Objek yang ia bidik di antaranya pelabuhan, lautan dan pesisir. "Ayah, yang telah meninggal, merupakan seorang pelaut. Sejak kecil, saya akrab dengan semua hal yang berkaitan dengan laut. Oleh karena itu lautan, pelabuhan, dan kehidupan pesisir laut menjadi inspirasi saya," tutur lulusan ISAA Institut Superieur des Arts Appliques ini.

Sementara Remi Decoster menyajikan karya-karya foto dengan pendekatan sosial kemasyarakatan. Ia menjadikan perias laki-laki asal Bangkalan, Madura sebagai objek utama dari karya fotografinya. Foto-foto yang di pajang ini pun seakan bercerita, bagaimana kehidupan sehari-hari seorang perias, lingkungan kerja juga pembauran masyarakat. 

Remi merupakan fotografer yang jeli melihat fenomena sosial. Dari proses pembauran dengan perias langsung, dia menemukan makna, bahwa keahlian terkait seni dapat menjadi profesi yang diterima di dalam masyarakat yang dikenal relatif konservatif. Kumpulan cerita yang ia bidik ini ia beri judul  L'ogre de Gergasi (Raksasa Gergasi,Red).

Pameran fotografi pararel yang diinisiasi oleh Institut Francais Indonesia ini dibuka mulai tanggal 12 hingga 27 April 2019. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia