Senin, 26 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kurangi Keresahan Sistem Zonasi, Pemprov Kebut Pergub PPDB

09 April 2019, 16: 21: 53 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Peraturan Gubernur (Pergub) terkait zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK akan segera dirampungkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Pergub tersebut merupakan turunan dari Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

Pada pasal 16 dijelaskan, pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua atau wali. Untuk jalur zonasi, dalam pasal itu diatur paling sedikit 90 persen dari daya tampung sekolah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sebanyak 90 persen siswa yang diterima di SMA/SMK negeri dengan zona. Sedangkan 10 persen diikuti di luar zona. "Yang di luar zona itu yang berprestasi. Kemudian bisa karena orang tuanya pindah," ujarnya.

Ia mengaku tengah menyelesaikan Pergub PPDB. Sistem zonasi yang ada dalam Pergub diharapkan mampu mengatasi keresahan wali murid selama ini. "Karena tempat tinggal tidak dalam zona yang dirumuskan akhirnya tidak bisa masuk (sekolah favorit, Red) meski ujian nasional tinggi," ungkapnya.

Mantan Menteri Sosial ini menargetkan, Pergub PPDB selesai sebelum dibukanya pendaftaran siswa baru 2019-2020 . Dengan begitu, nantinya dapat menjadi referensi kepada calon anak didik baru dan para orang tua.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan, ada perubahan dalam format. Salah satunya jalur mitra warga dan kuota persentase zonasi. Menurutnya, meskipun tetap zonasi. Tapi ada peluang lintas zona.

"Makanya kita zona jatim, 90 persen tetap acuannya nasional, Permendikbud. Kalau dulu mitra warga 5 persen, kita jadikan 20 persen. Dari 90 persen, 20 persennya dari mitra warga masuk zonasi," katanya

Sedangkan untuk lintas zona, menurut Saiful, tetap memakai kuota 10 persen, termasuk sekolah ke luar kota. Calon siswa baru benar-benar tersaring sesuai kemampuannya. Bagi yang tidak memenuhi kriteria, akan terlempar. "Pergub ini nanti bakal dilengkapi dengan petunjuk teknis. Sehingga jelas penggunaannya di lapangan," pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia