Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Imbau Partai Final Persebaya vs Arema Berjalan Kondusif

09 April 2019, 16: 14: 38 WIB | editor : Wijayanto

TURUN TANGAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersihkan stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (8/4) malam.

TURUN TANGAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersihkan stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (8/4) malam. (HUMAS PEMKOT FOR RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Setelah Senin (8/4) pagi hingga siang memimpin langsung pembenahan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali meninjau pembenahan GBT pada Senin malam. Saat di lokasi, Risma memimpin pembenahan itu hingga hampir tengah malam. Selama di GBT, ia pun tak canggung menyapu ruangan dan membersihkan jendela dengan alat pembersih.Saat itu, Risma juga mengingatkan kepada Persebaya dan suporter Bonek bahwa pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Sehingga harus siap menghadapi keduanya. Oleh karena itu, ia meminta kepada Bonek untuk tidak emosi apabila nanti tim dukungannya kalah. Karena suatu saat nanti pasti akan datang kemenangan yang lebih besar lagi karena sudah menjadi orang yang bijak. Sehingga dia berharap pertandingan berjalan dengan aman dan kondusif. “Katanya, kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda, tapi saya ya berdoa supaya Persebaya menang,” kata Risma, Senin (8/4) malam.Selain itu, ia mengajak kepada warga Surabaya dan juga Bonek untuk optimis dalam pertandingan final Piala Presiden ini. “Surabaya menjadi lebih baik, Surabaya lebih damai dan tentram, tidak ada lagi permusuhan,” kata dia.Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga mengingatkan bahwa selama ini Aremania memang seakan-akan menjadi musuh untuk Bonek, tapi yang perlu diingat adalah perpecahan semacam ini yang diincar oleh orang luar negeri yang menginginkan Indonesia tidak damai dan bersatu.“Ingat, Arema memang selama ini seakan-akan musuh untuk bonek, tapi ingat semua, bahwa itulah yang dicari di luar sana, di luar negeri sana, ingin kita semua terpecah belah, karena dengan terpecah belah, maka mereka akan mudah sekali masuk ke negara kita, mereka akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan kita melalui perekonomian karena kita bermusuhan terus, jadi ayo kita jaga sportivitas kita, tunjukkan bahwa kita bersaudara, tidak perlu dilanjut lagi permusahan itu karena tidak ada gunanya, coba renungkan apa gunanya,” tegasnya.Menurutnya, sejak menjadi wali kota Surabaya tahun 2010 hingga saat ini, sudah berkali-kali menangani pertandingan Persebaya dengan Arema dan sudah banyak makan korban. Oleh karena itu, ia berharap pertandingan leg 1 Final Piala Presiden hari ini tidak ada lagi korban dan pertengkaran, terlebih dia sudah menyiapkan pertandingan itu dengan sebaik-baiknya.“Sejak saya jadi wali kota Surabaya, beberapa kali korbannya, apa kita masih kurang? Satu itu besar sekali bagi keluarganya, saya tidak mau besok ada korban dan pertengkaran karena saya mencoba menyiapkan yang terbaik untuk pertandingan hari ini,” kata dia.Di samping itu, Wali Kota Risma juga mengajak kepada Bonek untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang ada di GBT, karena yang bangun dan membenahi GBT bukan uang wali kota atau pun DPRD. Namun, uang yang dipakai adalah uang warga Kota Surabaya.“Yang bangun ini uang kita semuanya, jadi kalau kita merusak fasilitas ini, berarti kita sama saja membuang uang kita, sayang sekali kan. Mending uangnya dibangun untuk perekonomian seperti kalian berusaha, membangun fasilitas sekolah dan bangun jalan dan gorong-gorong supaya Surabaya tidak banjir. Jadi, ayo sama-sama menjaga fasilitas GBT ini,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia