Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Guru Musik Cabuli Mantan Murid di Warnet dan Hotel

09 April 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Budi Setya yang tega mencabuli mantan muridnya berkali-kali.

TERSANGKA: Budi Setya yang tega mencabuli mantan muridnya berkali-kali. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Entah apa yang ada di benak Budi Setya, 32. Meski hendak menikah, pria yang tinggal di Jalan Jolotundo V Surabaya ini masih saja 'doyan' dengan bocah. 

Guru musik itu itu ditangkap polisi lantaran mencabuli Bunga, 11, yang tak lain mantan muridnya di salah satu sekolah dasar di Kota Surabaya.

Budi ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya pada akhir Maret lalu. Berawal dari laporan orang tua korban yang mendapati Budi sering menghubungi korban lewat pesan WhatsApp (WA). Mirisnya, pesan yang dikirimkan Budi selalu membahas hal yang tak senonoh.

"Karena curiga, orang tua korban lantas menanyakan perihal chat tersebut. Awalnya korban takut, namun akhirnya ia mengakui jika beberapa kali diajak keluar oleh tersangka," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Senin (8/4).

Tak terima, orang tua korban lantas melaporkan kasus ini. Lalu, polisi menindaklanjutinya dengan menangkap Budi. Dia dicokok di rumahnya saat berkumpul bersama keluarga.

Meski awalnya mengelak, tersangka Budi akhirnya mengakui perbuatannya setelah dikroscek dengan keterangan korban. "Tersangka bahkan mengaku sudah berkal-kali mencabuli korban," terangnya.

Menurut Ruth, tersangka dan korban memang saling kenal. Sebab, tersangka sempat mengajar korban sebagai guru musik di sekolah.

Namun pada akhir 2018 lalu, tersangka dikeluarkan dari sekolah lantaran sering mengirimkan chat yang tak berkaitan dengan pelajaran.

Kemudian beberapa bulan terakhir, Budi mulai menghubungi Bunga dan merayunya. Bunga diajak keluar dengan cara dijemput usai pulang sekolah.

Namun, korban diajak ke sejumlah tempat untuk dicabuli. Di antaranya di warnet Jalan Manyar Kertoarjo, salah satu hotel di Jalan Siwalankerto, dan sebuah hotel di Jalan Ngagel.

"Tersangka mengaku telah menyetubuhi korban sebanyak 8-10 kali dalam kurun waktu empat bulan, yaitu mulai Desember 2018 sampai Maret 2019," terang Ruth.

Kepada polisi, tersangka Budi mengaku mencabuli lantaran tertarik dengan tubuh korban. Apalagi korban tak pernah menolak jika diajak pergi untuk disetubuhi.

"Saya juga merayu korban dengan membelikan sejumlah barang. Selebihnya saya hanya berikan dia kasih sayang," ungkap Budi. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia